5 Kota yang Paling Macet di Seluruh Dunia

5 Kota yang Paling Macet di Seluruh Dunia

5 kota yang paling macet diseluruh dunia –  Mendengar kata macet atau kemacetan mungkin akan terdengar familiar sekaligus tidak mengenakan bagi kita. Bagaimana tidak, mungkin ada di antara Anda yang setiap hari mengalami kemacetan ketika berangkat dan pulang bekerja terutama bagi yang tinggal di kota besar. Umumnya istilah kemacetan berhubungan dengan suatu kondisi dimana tersendatnya atau terhentinya arus lalu lintas akibat banyaknya jumlah kendaraan yang melebihi kapasitas jalan.

Peristiwa kemacetan tersebut terjadi setidaknya disebabkan oleh faktor-faktor utama berikut, diantaranya adalah:

1. Kepemilikan kendaraan pribadi
Setiap tahunnya, kepemilikan kendaraan pribadi cenderung mengalami peningkatan, khususnya untuk kendaraan bermotor. Kendaraan tersebut baik kendaraan beroda roda maupun beroda empat sama-sama mengalami kenaikan. Fenomena kenaikan terbesar umumnya terjadi di kota-kota besar, sebagai akibat meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat yang juga semakin tinggi, contohnya seperti kota Jakarta dan Bandung. Bahkan menurut beberapa hasil survei statistik menunjukan bahwa dalam satu hari di kota Jakarta, terdapat satu kendaraan baru yang dimiliki. Meningkatnya jumlah kendaraan, tentu akan menambah kemacetan di lalu lintas, terutama saat libur panjang dimana orang akan cenderung untuk ke luar rumah menggunakan kendaraan untuk berlibur atau pulang ke kampung halaman.

2. Pembangunan infrastruktur jalan yang minim
Minimnya infrastruktur jalan juga dapat menjadi kemacetan. Pertambahan jumlah penduduk dan kepemilikan kendaraan pribadi tentu perlu diimbangi oleh ketersediaan jalan yang memadai pula. Namun kedua hal ini sulit untuk berjalan bersamaan. Kesenjangan antara keduanya selalu terjadi. Bagaimana tidak, apabila dibandingkan, kepemilikan kendaraan setiap harinya dapat bertambah, sedangkan di sisi lain untuk membangun suatu infrastruktur jalan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Perlu banyak tahapan atau proses hingga suatu infrastruktur dibangun. Beberapa tahapan yang biasanya ditempuh adalah proses penyusunan program pembangunan, penentuan lokasi pembangunan, penyusunan anggaran yang dibutuhkan, proses perundingan dan pengesahan, proses tender dengan pelaksana proyek, proses pengerjaan, dan proses pelaporan keuangan serta pelaksanaan. Semua proses tersebut tidak dapat dilalui dalam waktu yang singkat. Sehingga tidak heran, jika masalah kemacetan menjadi salah satu masalah perkotaan yang tergolong sulit untuk diselesaikan.

3. Minimnya minat masyarakat untuk menggunakan kendaraan umum
Hal ini menjadi faktor yang sangat berperan besar dalam menimbulkan kemacetan. Masyarakat yang memiliki kendaraan pribadi akan cenderung lebih memilih kendaraan miliknya untuk bepergian. Bahkan meskipun hanya untuk perjalanan yang jaraknya dekat. Meningkatnya kepemilikan kendaraan pribadi akan berbanding lurus terhadap berkurangnya minat masyarakat menggunakan kendaraan umum. Tidak tersedianya kendaraan umum dalam kondisi baik dan memadai juga menjadi penyebab masyarakat enggan menggunakan kendaraan umum. Disamping itu, mahalnya biaya transportasi juga menjadi alasan yang tidak dapat dipungkiri. Padahal apabila minat masyarakat menggunakan kendaraan umum tinggi, ini akan mengurangi kemacetan secara signifikan. Karena kendaraan umum dapat mengangkut sejumlah penumpang sekaligus, sehingga akan lebih efisien dari segi waktu dan kebutuhan energi. Oleh karena itu, ketersediaan transportasi yang baik dan memadai serta murah mutlak harus diwujudkan, sehingga diharapkan dapat mengubah pilihan masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan umum daripada kendaraan pribadi.

Situasi lalu lintas yang macet memang tidak diinginkan. Karena banyak kerugian yang akan ditanggung oleh para pengguna kendaraan dan juga bagi lingkungan. Beberapa kerugian akibat kemacetan lalu lintas adalah:

1. Kerugian waktu
Sudah hal tentu jika kemacetan akan memperlambat laju kendaraan, sehingga akan banyak waktu yang terbuang. Biasanya kondisi ini banyak dikeluhkan oleh para pekerja di instansi atau perusahaan, baik swasta maupun negeri (PNS) yang memang biasanya dituntut untuk masuk bekerja tepat waktu. Apabila tidak tepat waktu, maka sudah tentu omelan-omelan dari atasan akan diterima dan bahkan dapat mengakibatkan pemotongan gaji di akhir bulan. Kerugian waktu juga dialami oleh kendaraan-kendaraan darurat seperti ambulance dan pemadam kebakaran. Kendaraan pemadam kebakaran harus tepat waktu agar cepat menangani atau memadamkan kebakaran. Ambulance harus tepat waktu agar cepat mengantarkan korban kecelakaan atau meninggal dunia ke rumah sakit. Apabila terjadi keterlambatan waktu, tentu akibat yang ditimbulkan akan sangat fatal. Distribusi suatu bahan baku atau produk yang mudah rusak seperti komoditas hasil pertanian, juga akan sangat dirugikan oleh kemacetan, karena akan menambah ongkos distribusi dan produk akan lebih lama dalam perjalanan, sehingga berpotensi terjadi kerusakan sebelum produk sampai di tujuan.

2. Meningkatkan stres pengguna kendaraan
Tidak ada seorang pun yang menginginkan kemacetan. Pasti semua orang menginginkan kondisi lalu lintas yang lancar jaya tanpa hambatan. Sehingga tidak jarang, kemacetan memberikan pengaruh psikologis kepada pengguna kendaraan. Biasanya berupa stres bahkan terkadang hingga menimbulkan emosi yang disebabkan lamanya waktu menunggu hingga lalu lintas lancar kembali.

3. Meningkatkan polusi udara
Ketika dalam kondisi lalu lintas macet, kendaraan melaju dengan sangat lambat. Pada kondisi ini efesiensi penggunaan bahan bakar akan rendah karena sebagian besar bahan bakar digunakan hanya untuk memanaskan badan mesin sementara sedikit digunakan untuk keperluan melaju. Tidak efisiennya penggunaan bahan bakar ini juga akan menurunkan kualitas pembakaran bahan bakar di ruang silinder yang akan menghasilkan karbonmonoksida atau CO yang jika berikatan dengan oksigen di udara bebas akan menghasilan CO2. Baik CO maupun CO2, keduanya merupakan polusi bagi udara. Gas CO jika terhirup akan sangat berbahaya bagi tubuh karena dapat mengikat oksigen dalam darah dan bahkan dapat menimbulkan kematian.

4. Pemborosan bahan bakar/energi
Selain meningkatkan polusi udara di lingkungan, rendahnya efisiensi penggunaan bahan bakar saat berkendara juga berakibat borosnya penggunaan bahan bakar. Nilai efisiensi penggunaan bahan bakar dapat diperoleh dengan membagi energi yang digunakan untuk melaju atau bergerak dengan total energi dari bahan bakar yang digunakan. Dengan kata lain, rendahnya efisiensi tersebut menunjukan bahwa banyak energi yang terbuang atau tidak terpakai untuk melaju atau bergerak, melainkan sebagian besar digunakan untuk memanaskan badan mesin kendaraan tersebut. Tentu hal ini merugikan, karena bahan bakar akan cepat habis dan meningkatkan biaya pembelian bahan bakar.

Nah berbicara mengenai kemacetan lalu lintas, tahukah Anda kota mana sajakah di dunia yang termasuk ke dalam kota paling macet? Apakah Jakarta, kota yang dikenal dengan sering terjadi kemacetan, termasuk ke dalamnya? Di lansir dari situs tomtom.com, sebuah situs perusahaan terkemuka yang bergerak di bidang produksi dan penjualan produk-produk navigasi untuk memudahkan perjalanan Anda. Selain itu, perusahaan Tomtom juga aktif melakukan riset dalam bidang lalu lintas yakni meneliti indeks lalu lintas berupa tingkat kemacetan yang terjadi di lebih 295 kota di dunia. Perhitungan indeks adalah dengan membandingkan jumlah waktu puncak lalu lintas atau kemacetan yang terjadi dengan waktu ketika lalu lintas dalam kondisi lancar (tidak macet) yang diukur pada pagi dan malam hari. Dan berikut ini adalah lima kota yang paling macet di seluruh dunia (diurutkan berdasarkan kemacetan yang paling parah) pada tahun 2016:

lalu lintas
tingkat kemacetan lalu lintas

Berdasarkan data tersebut, Meksiko adalah kota dengan tingkat kemacetan paling parah di seluruh dunia dengan tingkat kemacetan 66% atau bertambah 7% dari tahun 2015. Disusul oleh Thailand di rangking ke-2 dengan pertambahan 4% dari tahun lalu. Kota Meksiko memiliki kemacetan paling parah secara keseluruhan, namun untuk kategori jam sibuk, lalu lintas di Bangkok Thailand jauh lebih parah. Pengemudi di Meksiko diperkirakan menghabiskan 59 menit setiap harinya terjebak dalam kemacetan. Sedangkan di Bangkok, penduduk kotanya harus memperkirakan tambahan waktu sekitar 64 menit untuk dihabiskan di jalan. Dan Jakarta, Ibu Kota Indonesia ternyata berada di posisi ke-3 rangking dunia dalam tingkat kemacetan sebesar 58%. Tentu ini tidak mengherankan, karena hampir setiap hari kemacetan terjadi di Jakarta. Rangking selanjutnya disusul oleh Chongqing dan Bucharest berturut-turut di posisi 4 dan 5 dengan pertambahan indeks kemacetan masing-masing adalah 14% dan 7%.

Tentu peringkat ini bukanlah hal membanggakan bagi Indonesia, khususnya kota Jakarta. Namun sebaliknya, kondisi ini memperburuk citra bangsa di mata dunia. Sudah seyogyanya rangking kemacetan tersebut dijadikan sebagai bahan evaluasi, tidak hanya bagi pemerintah kota Jakarta, melainkan juga oleh semua pihak untuk memperbaikinya. Masalah kemacetan tidak akan pernah terselesaikan jika hanya pihak Pemerintahnya saja yang berperan, tanpa dibarengi dengan peran masyarakat. Meningkatkan kesadaran dimulai dari diri sendiri dari setiap individu untuk mengurangi kemacetan adalah hal yang paling utama. Mulailah beralih untuk menggunakan kendaraan umum dalam bepergian daripada menggunakan kendaraan pribadi dan selalu tertib berkendara serta taati peraturan lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan. Kemacetan memang tidak kita inginkan. Karena hanya kerugian yang ditanggung kemudian.

foto huffpost