Berkelahi Melawan Korupsi, Hermansyah : Perlu Orang Yang Idealis Dalam Pemberantasan Korupsi

Berkelahi Melawan Korupsi, Hermansyah : Perlu Orang Yang Idealis Dalam Pemberantasan Korupsi

GENCIL.NEWS, PONTIANAK – Pengamat Hukum Untan, Hermansyah mengatakan bahwa kejadian penangkapan pejabat – pejabat negara dari pusat hingga ke tingkat desa atas keterlibatannya pada kasus korupsi merupakan suatu hal yang sangat memprihatinkan

“Dulu penangkapan ketua mahkamah konstitusi, setelah itu ada hakim Patrialis Akbar dan masih banyak lagi, itu sungguh ironis terhadap dunia hukum kita,”ungkapnya saat menjadi pembicara bedah buku karya Bambang Widjojanto yang berjudul Berkelahi Melawan Korupsi, di aula Rektorat IKIP PGRI Pontianak, Rabu (6/12)

Ia pun menjelaskan tentang isi pemikiran Bambang terkait idealisnya seorang mantan komisioner KPK RI dalam memberantas korupsi di negara ini hingga pernah mengalami kriminalisasi dalam penyelesaian suatu kasus.

“Perlu adanya orang yang punya idealis tinggi dalam memberantas korupsi ini,”pungkas dosen Hukum Untan tersebut di kegiatan yang di adakan oleh Gemawan ini.

Sehingga perlu di kembangkan lanjutnya, seperti di setiap sekolah, pesantren, madrasah, dan lembaga – lembaga pendidikan.

“Sehingga upaya untuk melawan korupsui mengakar hingga ke bawah, seperti pak BW ini idealisnya tidak pernah kompromis dengan korupsi,”ujarnya

Dirinya menjelaskan tentang pengalaman Bambang Widjojanto yang mempertahankan idealisnya seperti di dalam buku tersebut BW menceritakan adanya pejabat – pejabat yang curhat tentang perjalanan dinasnya yang harus membawa keluarga akan tetapi di tentang oleh seorang BW dengan beberapa pertimbangan.

“Jika maindset pejabat kita seperti ini, kemana – mana harus bawa keluarga dalam tugas negara maka akan berbahaya,”tuturnya

Hermansyah selaku pembedah buku memberikan apresiasi kepada karya dari mantan komisioner KPK RI tersebut dan ia menganggap buku yang di tulis BW itu bukan sekedar opini akan tetapi perjalanan seorang yang berjuang melawan korupsi.

“Buku pak BW ini kalau saya sebut sebagai political document di dalamnya ada data – data seorang BW yang melawan korupsi dan menunjukan jati dirinya,”ungkapnya