Dampak Positif Penggunaan E-Money Menurut Dwi Suslamanto

Dampak Positif Penggunaan E-Money Menurut Dwi Suslamanto

GENCIL.NEWS, PONTIANAK – Dwi Suslamanto menjelaskan dampat positif dari uang elektronik adalah untuk menghindari uang palsu dan kebocoran anggaran yang kerap kali menjadi permasalahan di sisi keuangan negara

“Positifnya kalau pakai uang elektronik kita terhindar dari uang kembalian yang pakai koma saat transaksi , selain itu untuk uang palsu juga akan terhindar, sehingga dompet tidak terlalu tebal karena cuma di isi dengan kartu,”jelasnya, Rabu (11/10)

Dirinya mengakui untuk resiko negatif tetap ada seperti kehilangan dan kurangnya iteraksi antar sesama penjual dan pembeli

“Resikonya adalah kehilangan, kalau semacam ATM dan kartu kredit itu resikonya juga besar dan pengamanannya emang ketat harus pakai pin, kartu harus ada cip dan pin harus di update secara priodik,”ujarnya

Ia mengatakan jika di lihat dari sisi pengelolanya maka akan terhindar dari kebocoran – kebocoran seperti yang sering terjadi di parkiran, ia mencontohkan kadang di parkir di beri karcis dan kadang tidak di beri karcis sehingga perputaran uang tersebut tidak di ketahui kemana, pada hal uang – uang tersebut harusnya di kelola untuk pembangunan

“Zaman pak Soemitro masih hidup dalam pengelolaan kita udh bocor sampai 30 persen dari total APBN dan upaya untuk menghindari keboncoran itu adalah non tunai, sehingga bisa terdeteksi aliran uang itu kemana, ke a, b, atau c, semua akan ketahuan,”ungkapnya

kartu E-money yang dikeluarkan salah satu bank

Untuk masalah kurangnya interaksi sesama orang menurutnya konsep smart city merupakan solusinya, karena bagaimana pengelolaan  masalah – masalah kota bisa lebih smart di selesaikan karena masalah bukan hanya sekedar keuangan akan tetapi ada masalah sosial, kriminal dan sebagainya yang perlu penanganan cepat

“Itu adalah bagian kecil dari ekonomi digital dalam kerangka digital yang besar, karna masalahnya bukan sekedar keuangan, kan ada masalah sosial, kriminal, dll. Di dalam kerangka smart city ada fintech, e-money, contoh masalah smart city itu kan macam mengapa saya beli bensin harus antri, kenapa beli bensin di spbu kok habis, jadi solusi untuk jangka pendek adalah pakai e-money,”pungkasnya