GENCILNEWS – Anggota Komisi IV DPRD Kalbar Mochlis menyambut positif Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kalbar 1 di Kawasan Tanjung Gundul, Kabupaten Bengkayang.

Ia mengatakan dirinya lebih cenderung kepada program PLN yang harusnya fokus ke listrik desa atau lisdes. Ia berharap setidaknya dua atau tiga desa harus mempunyai satu pembangkit diesel agar pemerataan listrik tercapai.

“Itu saran saya karena mempertimbangkan kondisi geografis Kalbar. Antar dusun ke dusun jaraknya berkilo-kilo. Ini solusi untuk 50 persen desa Kalbar yang saat ini masih gelap gulita,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa proyek PLTU Kalbar-1 ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional. PT GCL Indo Tenaga sebagai pemenang tender targetkan pembangunan sesuai jadwal atau bahkan dapat Iebih cepat dari jadwal COD tahun 2020.

Baca juga   Wakapolda Kalbar: "Jaga Integritas dan Kembangkan Prestasi"

“Jika untuk perkembangan listrik Kalbar, ya saya setuju saja. Cuma saya lebih setuju lagi kalau pemerintah fokus ke listrik desa,” katanya.

Mochlis mengingatkan apalah artinya jika pemerintah fokus menambah daya namun yang menikmati adalah industrial dan masyarakat kota.

“Kemudian, kalau pembangunan daya saja tanpa diimbangi dengan transmisi dan jaringan distribusi akan mubajir. Coba pikir gimana distribusi ke desa-desa pedalaman yang medannya berat. Coba cek berapa persen dana APBN untuk memperkuat jaringan ke desa-desa. Saya lihat sangat minim,” jelasnya.

Ia menekankan harus ada jaminan bahwa listrik yang dihasilkan PLTU nantinya dapat dinikmati oleh masyarakat desa yang selama ini belum mendapat listrik.

Baca juga   Nasdem Buka Pendaftaran Balon Bupati Untuk Pilkada 2018 Mendatang

“Kalau hanya untuk industrial dan masyarakat perkotaan. Saya pikir konsep berpikirnya sudah salah. Berkerja sama juga perlu mempertimbangkan aspek-aspek apa saja yang diuntungkan. Apakah desa-desa pedalaman scara otomatis terkena dampak pembangunan PLTU,” ucapnya. (all)

Portal Berita Online Harian Menyajikan Informasi Kalimantan Barat, Nasional,Internasional, Bisnis,Teknologi, Traveling,Budaya, Gaya hidup,Kesehatan, Kuliner, olahraga, Film, Musik, dibangun melalui inovasi dan teknologi terkini.