Hermanto : Anak Muda Banyak Yang Tertarik Pada Pertanian Tapi Bingung

Hermanto : Anak Muda Banyak Yang Tertarik Pada Pertanian Tapi Bingung

GENCIL.NEWS, PONTIANAK – Sekretaris Tim Kajian Pengembangan Pertanian di Perbatasan, Dr Hermanto mengatakan yang menjadi tantangan adalah bagaimana menggerakkan anak muda agar mereka bisa melihat peluang ini, sebenarnya anak muda memiliki ketertarikan di bidang pertanian, namun ada beberapa hal yang memang menjadi kendala sehingga tidak ada aksi lanjut dari mereka.

Berdasarkan penelitian dari LIPI tahun 2017, Ningrum, mengatakan 37% anak muda tidak jadi terjun ke bidang pertanian karena bingung bagaimana cara memulainya.

“Tidak menutup kemungkinan, di sini banyak juga yang sebenarnya tertarik pada pertanian, namun bingung hendak memulai dari mana,” jelasnya, saat menjadi salah satu pemateri di seminar hari pangan sedunia di Hotel Mercure Pontianak, Rabu (18/10)

Dirinya optimis Kalbar bisa menjadi lumbung pangan, hal ini sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo tahun 2045 Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.

“Salah satu program aksi dari visi Presiden kita adalah membangun lumbung pangan dengan meningkatkan ekspor di perbatasan, di sini kita melibatkan generasi muda. Bukan untuk jadi petani tapi jadi pembangun pertanian, bisa jadi pengusaha, bisa juga jadi pengambil kebijakan,”ungkapnya

Ia mengatakan berdasarkan pantauan, Kalbar memiliki peluang untuk mencapai visi ini apalagi kini akses di perbatasan sudah dibuka lebar.

“Sebenarnya perdagangan produk pertanian sudah terjadi sejak lama. Contohnya di Entikong, perdagangan sudah terjadi sejak lama tapi secara tradisional, produknya adalah beras merah dan lada. Peradangan masih ilegal, karena memang selama ini perhatian kita terhadap wilayah perbatasan sangat kecil, baru akhir-akhir ini paradigma terhadap perbatasan berubah,”katanya.

Ia menambahkan jika dulu paradigma terhadap perbatasan menekankan security approach, tetapi kini paradigma perbatasan adalah welfare.