Gemakan Batik Indonesia, Bike To Work dan Sepok Gelar Gowes Batik

Gemakan Batik Indonesia, Bike To Work dan Sepok Gelar Gowes Batik

GENCIL.NEWS, PONTIANAK – Menyambut Hari Batik Nasional pada 2 Oktober, komunitas Sepeda Bike To Work dan Sepeda Onte Kalbar (Sepok) berkeliling Kota Pontianak mengenakan pakaian batik. Tujuan gowes batik tak lain, hanya ingin menggemakan batik Indonesia dan mengingatkan masyarakat tentang hari batik nasional.

“Mungkin sebagian masyarakat Pontianak belum tahu bahwa Senin 2 Oktober adalah hari batik nasional. Kami ingin lebih memasyarakatkan batik,”ucap Jayus Agustono Ketua Sepok, Minggu (1/10)

Dirinya mengakui, Sepok sendiri bukan hanya kali ini berpartisipasi dalam kegiatan budaya. Sebelumnnya, juga pernah bersepeda mengenakan pakaian khas corak insang Pontianak dan pada perayaan HUT Pontianak tahun ini Sepok akan berpartisipasi kembali.

Sejauh ini anggota komunitasnya merasa enjoy dengan agenda yang diikuti Sepok dan selalu meningkatkan kekompakan tanpa melihat tua dan muda.

“Kami sudah sama-sama tahu, jika ada kegiatan harus kompak karena menjadi keharusan. Jadi mau pakai batik atau pakaian lainnya tak ada masalah. Kalau anggota Sepok sendiri totalnya ada sekitar 200, umurnya mulai dari SD sampai tua ada di Sepok,”jelasnya.

Selain itu, gerimis yang mengguyur Pontianak Minggu pagi tak menyurutkan semangat Rudi Agus Haryanto Kordinator Bike To Work Kalbar untuk menggowes sepeda lipat merahnya menuju lokasi Car Free Day.

Rudi mengatakan Gowes Batik merupakan agenda Bike To Work Indonesia yang bertujuan untuk mengenalkan batik secara nasional.

“Kegiatan ini dilakukan serentak se-Indonesia dan di Pontianak, kami gandeng komunitas Sepok,”ucapnya
Dirinya mengakui pada kegiatan pagi ini sempat hujan rintik tetapi tak menghentikan semangat anggotanya untuk datang dalam kegiatan ini.

“Antusias para anggota komunitas Sepok dikegiatan ini tinggi, selain menggunakan batik, mereka juga membuat spanduk bertuliskan Gowes Batik dalam rangka hari batik nasional 2017,”tuturnya

Untuk rute yang dilalui memang sengaja tak dibuat kaku, hal ini dikarenakan kegiatan Gowes Batik bukanlah kegiatan yang formal.

“Kami keliling kota sambil mengenakan batik, setelah mutar-mutar kami istirahat nongkrong dulu sama teman-teman,” ungkapnya.

Kegiatan Gowes Batik direncanakan sebelumnya pukul 06.30 pagi meski telah ada beberapa orang di karenakan hujan maka baru berlangsung sekitar pukul 07.30 pagi.

Bike To Work dan Sepok bertemu di halte depan Mujahidin mengenakan pakaian batik dengan sepeda klasik buatan Belanda dan Inggris membuat anggotanya hari itu sangat percaya diri.