GENCIL NEWS, PONTIANAK – Ada hal menarik saat deklarasi rakyat yang dilaksanakan di gedung Pontianak Convention Center (PCC) serta di hadiri oleh ribuan masyarakat yang menginginkan Midji-Norsan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar yang baru pada pilgub Kalbar 2018 mendatang.

Terdapat banyak barisan anak muda yang ikut serta dalam deklarasi rakyat tersebut, seakan memberikan sinyal bahwa mereka sebagai pemuda inginkan Midji-Norsan untuk membawa perubahan Kalbar.

Muhammad Ridwan salah satu anak muda yang berasal dari kabupaten Kapuas Hulu memandang sosok Sutarmidji merupakan sosok yang sangat inspiratif, ia mengakui sangat bangga melihat berbagai prestasi yang di raih Wali Kota Pontianak dua periode ini.

Baca juga   Suryadman Gidot Resmi Berpasangan Dengan Bupati Landak Pada Pilgub Kalbar 2018

“Saya bangga liat pak Midji pemikiran beliau sangat visioner, beliau mampu buktikan itu dengan membuat Kota Pontianak sebagai ibukota provinsi menjadi kota yang menarik perhatian seluruh orang apalagi dengan meraih 216 prestasi nasional dan international selama kepemimpinannya, membuat Pontianak di perhitungkan sekarang, kita ingin Kalbar juga bisa demikian jika dipimpin beliau,”jelas mahasiswa Untan ini, Senin (08/01)

Ia menyimpan harapan kepada Sutarmidji dan Ria Norsan jika terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar mampu membenahi sektor pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, dan perekonomian masyarakat Kalbar

“Jika diberi kepercayaan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur saya harapkan beliau mampu membawa Kalbar ke era kemajuan yang lebih baik, sehingga seluruh masyarakat bisa merasakan dampak pembangunan tersebut,”ujarnya

Baca juga   Empat Instruksi DPP Partai Golkar Untuk Pengurus dan Kader Di Kalbar

Ridwan mengaku sangat tertarik pada program dan gagasan yang di tawarkan oleh Midji-Norsan sebagai Cagub dan Cawagub Kalbar, termasuk pada pemekaran wilayah provinsi Kapuas Raya.

“Saya dan kawan-kawan pemuda daerah hulu Kalbar hadir di sini ingin dengarkan komitmen pak Midji untuk Kapuas Raya, karena jika benar terwujud maka kami di daerah hulu tidak terus merasakan sulitnya berbagai akses, apa lagi jalan lumpur dan informasi susah,”terangnya