Jokowi Kagum Arsitektur Bandara Supadio

GENCIL.NEWS – PONTIANAK Presiden Joko Widodo kagum dengan kemegahan bandara Supadio Pontianak yang berarsitekturkan tradisional.
“Saya lihat dari depan terminal, Bandara Supadio ini sangat megah. Ornamennya sangat bagus degan motif Dayak yang arsitektural,” kata Jokowi saat di Pontianak.

Jokowi berharap Bandara Supadio dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat untuk transportasi penerbangan.
Ia juga mengintruksikan agar Bandara Supadio dikembangkan lagi sehingga dapat menampung kapasitas penumpang lebih banyak lagi.
“Karena bandara ini sangat besar dan pertumbuhan penumpangnya setiap tahum membludak. Jadi harus dikembangkan lagi,” harapnya.

Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi menilai geogragis Kalbar sangat strategis terutama dari aspek ekonomi.
“Secara komersial memberikan masa depan yang baik, apalagi secara geografis berada di posisi strategis,” ucapnya.
Karena itu keberadaan Bandara Internasional Supadio Pontianak di Kabupaten Kubu Raya membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kalbar.

“Kapasitasnya 3,4 juta sedangkan jumlah penumpangnya mencapai 3,8 juta. Kita lihat perkembangannya sangat pesat. Ini juga record, dengan kapasitas demikian sudah mencetak laba,” ucapnya.

Ditambah lagi daya beli di Kalimantan tinggi diatas rata-rata dan potensi ekonominya mumpuni. Karena itu sambung Budi, pihaknya dan Kementerian BUMN akan mengembangkan Bandara Supadio dua kali lipat seperti yang diintruksikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo.
Harapannya selain mendukung sektor pariwisata, Bandara Supadio dapat meningkatkan fungsi – fungsi sut up di kabupaten/ kota sehingga menjadi sebuah penyanggah.
“Jadi kami akan mengembangkannya dua kali lipat. Setiap tahunnya akan kita atur perencanaannya,” pungkasnya.

Sementara itu Dirut Utama PT Angkasa Pura II, M. Awaluddin mengatakan rencana induk pengembangan Bandara Supadio akan dilakukan hingga 20 tahun kedepan.
“Rencana induk ini sudah mendapat persetujuan dari Bupati Kubu Raya, Gubernur Kalbar serta diputuskan melalui Menteri Perhubungan,” terangnya. (wti)