GENCIL.NEWS, BENGKAYANG – Danrem 121/Abw menggelar Pembekalan Wawasan Kebangsaan kepada aparat pemerintah, TNI, Polri serta Tomas, Toga dan Todat Kabupaten Bengkayang.

Kegiatan di pimpin langsung oleh Danrem 121/Abw Brijen TNl Bambang Ismawan, SE. MM. di aula ll Lantai V Kantor Bupati Bengkayang, jalan Guna Baru Trans rangkang, kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang, Kamis (16/11).

“Setiap warga negara dituntut untuk dapat hidup berguna bagi negara dan bangsanya. Pendidikan kewarganegaraan bukanlah hal yang baru, namun proses globalisasi telah mendorong pemikiran baru tentang pendidikan kewarganegaraan di beberapa negara,”ujar Danrem.

Menurutnya Pendidikan kewarganegaraan untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air, wawasan nusantara. Serta ketahanan nasional dalam diri warga negara Republik Indonesia.

“Ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang berbudi luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja, profesional, bertanggung jawab, dan produktif serta sehat jasmani dan rohani,”lanjutnya

Baca juga   Reog Ponorogo Tutup Pasar Malam Dan Sambut Pergantian Tahun Di Perbatasan Bersama Lanud HAD

Kemudian ia menjelaskan sikap dan mental yang cerdas dan penuh rasa tanggung jawab juga diperlukan tentunya dengan disertai beberapa hal.

“Sikap dan mental juga perlu menjadi perhatian dengan disertai beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menghayati nilai–nilai falsafah bangsa. Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Rasional, dinamis, dan sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara. Bersifat profesional yang dijiwai oleh kesadaran bela negara. Serta Aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan teknologi dan seni untuk kepentingan kemanusiaan, bangsa dan negara,”katanya

Melalui Pendidikan Kewarganegaraan, ia berharap warga negara Republik Indonesia mampu memahami, menganalisa, dan menjawab masalah–masalah yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa dan negaranya secara konsisten dan berkesinambungan dengan cita–cita dan tujuan nasional seperti yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945.

“Dalam perjuangan non fisik, harus tetap memegang teguh nilai–nilai ini disemua aspek kehidupan, khususnya untuk memerangi keterbelakangan, kemiskinan, kesenjangan sosial, korupsi, kolusi, dan nepotisme. Menguasai IPTEK, meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar memiliki daya saing memelihara serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan berpikir obyektif rasional,”tuturnya.

Baca juga   Kunjungi Kesultanan Sambas, Danrem 121/ABW Siap Jaga Keutuhan NKRI

Kemudian menurutnya Indonesia merupakan Negara yang berpontesi Pangan dan pertumbuhan penduduk sangat pesat namun dengan siringan kemajuan itu Indonesia banyak di incar oleh negara luar. Dan diakuinya banyak negara negara luar yang ingin merebut kekayaan tersebut.

“Konfliknya suatu negara bermula adanya kekayaan suatu negara, seperti negara – negara bagian eropa tengah karena kayanya akan minyak.  Dimana perang jaman sekarang adalah ingin memperebutkan Energi, Narkotika masuk ke Indonesian adalah salah satu bentuk perlawanan terhadap anak bangsa guna untuk memperlemah kekuatan anak Bangsa, inilah yang juga perlu kita waspadai bersama,” tutupnya.