PIA AG Lanud HAD Berikan Pemahaman Tentang Waspada Penyakit Filariasis

PIA AG Lanud HAD Berikan Pemahaman Tentang Waspada Penyakit Filariasis

GENCIL.NEWS, BENGKAYANG – Waspada terhadap bahaya filariasis atau penyakit kaki gajah, penyakit menular menahun ini disebabkan cacing filaria yang ditularkan melalui nyamuk, bahkan penyebarannya hampir di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

Penyakit ini menimbulkan kecacatan menetap, stigma sosial, hambatan psikologis dan kerugian ekonomi serta menurunkan kualitas sumber daya manusia.

Oleh karena itu, PIA AG Lanud Harry Hadisoemantri (HAD) mengadakan Sosialisasi penyakit kaki gajah serta pembagian obat untuk mengobati dan mencegah terjangkitnya penyakit tersebut dalam rangka menyambut HUT PIA ke 61 tahun.

Turut hadir acara tersebut Danlanud HAD Letkol Pnb Erick Rofiq Nurdin, Ketua PIA AG Cab.18/D.I Widiya Erick Rofiq Nurdin dan pengurus serta seluruh anggota dan keluarga besar Lanud HAD.

Sosialisasi disampaikan oleh anggota kesehatan Pelda Ibnu Lathif bertempat di Balai Prajurit Lanud HAD, Jumat (20/10)

Saat sambutan, Ketua PIA AG Cab.18/D.I Widiya Erick Rofiq Nurdin menghimbau, agar seluruh warga selalu membudayakan hidup sehat dimulai dari keluarga.

Misalnya menjaga kebersihan tempat pembuangan sampah dan dilingkungan sekitar rumah, baik yang tinggal dimess, komplek maupun diluar komplek.

“Mari budayakan hidup sehat supaya kita terhindar dari penyakit kaki gajah dengan penyebaran dan penularannya melalui semua jenis nyamuk yang membahayakan bagi keluarga kita semua,” ujar Widiya Erick Rofiq Nurdin.

Dalam kesempatan yang sama, Pelda Ibnu mengatakan Pemberian obat Massal Pencegahan (POMP) Filariasis dapat ditunda sementara dalam ketentuan tertentu.

“Misalnya anak berusia kurang dari 2 tahun, usia lanjut 75 tahun, Ibu hamil, penderita gangguan fungsi ginjal, penderita gangguan fungsi hati, penderita epilepsi dan penderita kronis filariasis akut,” jelasnya.

Dua jenis Obat ini efektif untuk memberantas cacing yang ada ditubuh kita diantaranya Diethyl Carbamazine citrate dan Albendazole.

“Bisa diberikan kepada keluarga kita setahun sekali, untuk mengantisipasi terjangkitnya penyakit kaki gajah dengan hasil dari pengobatan tersebut matinya makroflaria dan mikrofilaria serta matinya cacing usus,” tutupnya.