Ketapang Siapkan Indonesia Emas

GENCILNEWS – Penarikan Mahasiswa Praktikum Kesehatan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Pontianak, Kerjasama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Kalbar serta Pencanangan Kampung KB di 9 Desa di Kabupaten Ketapang dilaksanakan pada 5 Mei 2018.

Bupati Ketapang, Martin Rantan mengajak dan merenungkan kembali dari lirik lagu “Kalbar Bisa” yang dikeluarkan oleh BkkbN, memasuki Indonesia emas, dimana saat 100 Tahun nanti, Indonesia merdeka harus mempunyai keteduhan hati dengan mempersiapkan generasi berkualitas dengan kesiapan 3hal.

Pertama, dijelaskan Martin Rantan bahwa.Knowledge atau pengetahuan bisa didapat dari pendidikan formal dan non formal, kemampuan dan pengetahuan yang cukup.

“Momentum PKM mari kita jadikan sebuah pemicu bagi seluruh pemuda untuk terus menimba ilmu,” ungkapnya usai melepas ratusan Mahasiswa UMP di Lapangan Bola Kecamatan Tumbang Titi, Sabtu (5/5/2018).

Sebagai contoh, ia menjelaskan bahwa 14 pemuda dari Ketapang telah bersekolah di China dan di Mesir dan Australia demi memasuki era 100 Tahun Indonesia yang harus dibekali diri dengan pendidikan yang baik.

“Kedua generasi Indonesia harus mempunyai skill atau keahlian dan keterampilan karena cenderung sarjana dapat dibeli dan ini pemikiran yang salah,” cetusnya.

Banyak yang berlomba lomba demi mendapatkan S1 tetapi kualitasnya tidak ada.

“Dan ini yang harus dirubah pemikiran seperti ini, kita harus melawan agar siap berketerampilan dan pengetahuan saat era Indonesia emas,” tuturnya.

Hal yang ketiga yaitu harus diimbangi dengan attitude atau sikap yang baik. Sehingga masyarakat harus berubah mencapai Indonesia emas, mempunyai keterampilan, pengetahun dan didukung dengan prilaku yang baik.

“Menjadi tanggung jawab bersama untuk membentuk keluarga berkualitas sehingga usai acara program ini harus terus dilakukan dan bukan sekedar formalitas belaka,” katanya lagi.

Kepala Perwakilan BkkbN Kalbar, Kusmana mengakui jika peran mahasiwa sangat penting sebab program KKBPK tidak boleh berhenti.

“Harus terus kita terapkan mulai dari pola asuh 100 hari kehidupan menuju generasi berkualitas dan dengan kepemimpinan Bupati Martin, program ini tidak akan terhenti,” urainya.

Kusmana juga menjelaskan Kalbar harus menyiapkan generasi dari mulai kandungan yang dijaga dan bentuk kerjasama yang berkualitas membentuk generasi berkualitas dimasa depan.

“Yang tadinya kurang perduli dengan ibu hamil maka akan sadar dengan PKM ini,” terangnya.

Dekan Fakultas UMP, Linda Suwarni menjelaskan bahwa mahasiswa telah melakukan banyak kegiatan dan akan melakukan penelitan berkelanjutan.

Camat Tumbang Titi, Alifius mengatakan terdapat 3 desa yaitu Ahawa, Batu Tajam dan Srikat Kanan yang menjadi tiga kawasan penelitian dari ratusan mahasiswa yang melakukan PKM.

“Kegiatan yang dilaksanakan oleh para mahasiswa dengan sekitar 3 bulanan melakukan bermacam kegiatan,” jelasnya. Seperti melakukan pendataan penduduk didesa dan wilayah Tumbang Titi.

Pembuatan pojok kependudukan, membuat limbah, sanitasi, pembuatan jamban, kartu ibu ASI, pembentukan PIK-R, serta penyuluhan dan pembuatan plang PIK-R, sosialisasi ASI eksklusif, pencanangam Kampung KB.

“Dengan adanya kegiatan dan hadirnya Bupati Ketapang, jalan jalan yang terisolir segera dibenahi. Banyak datang ke pedalaman-pedalaman Ketapang. Adanya mahasiswa juga sangat membantu menyadarkan masyarakat arti penting kesehatan serta hidup yang berkualitas,” pungkasnya. (dpw)