Festival Mandi Bedel Dan Perang Ketupat Merupakan Budaya Yang Perlu Di Lestarikan

Festival Mandi Bedel Dan Perang Ketupat Merupakan Budaya Yang Perlu Di Lestarikan

GENCIL.NEWS, SANGGAU – Bupati Sanggau, Paolus Hadi mengatakan bahwa dirinya sangat menyambut baik terhadap festival mandi bedel dan perang ketupat yang dilaksanakan di Keraton Pakunegara Tayan, hal ini dikatakannya guna pelestarian seni dan budaya yang hidup, yang berkembang di masyarakat dan merupakan sumber daya tarik wisata budaya di kabupaten Sanggau, khususnya di kecamatan Tayan.

“Terkait festival ini, agar dapat di kemas lebih menarik sehingga wisatawan mau datang dan dapat menikmati wisata budaya tersebut,”ujarnya, Sabtu (11/11)

Ia menambahkan, pemerintah kabupaten Sanggau dalam hal ini, secara bertahap dan terencana akan memberikan perhatian terhadap penyelenggaraan kegiatan-kegiatan seni dan budaya oleh masyarakat Sanggau, baik yang bersifat tontonan maupun festival atau lomba hingga pada saatnya nanti sektor kebudayaan dapat ambil bagian dalam pengembangan ekonomi.

“Serta kearifan lokal, sebagai salah satu produk dari hasil cipta, karsa dan karya manusia, seni dan budaya ternyata dapat ditampilkan dan dikemas dalam bentuk yang khas sehingga dapat di nikmati secara universal dari berbagai kalangan,”tuturnya.

Selain itu, Bupati sangat mengapresiasi terhadap kegiatan festival tersebut dan berharap agar kegiatan ini terus dipertahankan untuk melestarikan adat dan budaya yang kita miliki.

“Semoga festival ini dapat menimbulkan multi plier effect dan menjadi jendela promosi bagi kabupaten Sanggau dalam menggali dan mengembangkan potensi-potensi seni, budaya dan pendidikan serta pariwisata menyongsong era globalisasi yang universal,”ucapnya.

Terlebih, melalui festival ini dapat menjadi perekat hubungan antara satu sama lainnya guna melestarikan seni adat dan budaya yang ada di kabupaten Sanggau yang kita cintai bersama.

Hadir pada acara tersebut, Forkompinda, Para kepala OPD dilingkungan pemerintah kabupaten Sanggau, beberapa Anggota DPRD kabupaten Sanggau, Para Raja, Pangeran dan Sultan Se-Kalbar, Utusan Karaton Jogjakarta, Ketua MABM, DAD, MABT, Tokoh agama,adat,masyaraka, pemuda, Ketua Popsi Kalbar.