Fokmas Desak Pemkab Sekadau Segera Perbaiki Jembatan Ambruk

Fokmas Desak Pemkab Sekadau Segera Perbaiki Jembatan Ambruk

GENCIL.NEWS, SEKADAU – Forum Komunikasi Mahasiswa Kabupaten Sekadau (Fokmas) menuntut Bupati Sekadau melalui dinas terkait untuk bertindak cepat dalam memperbaiki jembatan rusak yang menghubungkan Desa Belitang Satu dan Desa Belitang Dua yang terletak di Kecamatan Nanga Belitang

“Setelah kita lihat kondisinya sangat memprihatinkan, padahal jembatan itu adalah akses vital yang menghubungkan kedua desa. Jika tidak segera ditangani bukan tidak mungkin akan memakan korban jiwa karena lantainya sudah bolong dan tambal sulam,”ujar Giat Anshorrahman, Senin (9/10)

Ketua Fokmas tersebut mengatakan jika ini dibiarkan terus menerus maka akan timbul penilaian jika Pemkab Sekadau tidak berlaku adil dalam melakukan pembangunan ditingkat desa

“Saya tahu jembatan ini sudah lama dibangun. Kemarin dilakukan upaya penambalan oleh pihak Desa dan masyarakat setempat. Namun pondasi jembatan itu sudah sangat tua dan sudah selayaknya direnovasi secara maksimal,”ungkapnya

Dirinya menilai pemerintah Kabupaten Sekadau kerap berlaku lamban dalam menyikapi persoalan yang tengah dihadapi warganya. Ia mencontohkan jembatan Nanga Kulun yang roboh sekitar sebulan yang lalu. Padahal kondisi jembatan sudah dilaporkan pada bulan Agustus namun karena tidak ditanggapi cepat sehingga jembatan tersebut pada akhirnya ambruk

Kondisi jembatan yang digunakan warga setiap hari menghubungkan antara Desa Bellitang Satu dan Belitang Dua

“Itu hanya salah satu contoh saja. Kita mintalah pemerintah responsif terhadap info yang diberikan warga. Kan ada dinas atau badan yang menangani, turunkan orang-orang itu untuk mengecek langsung kondisi dilapangan. Bukan setelah terjadi hal yang tidak diinginkan baru mau bertindak,”pungkas Mahasiswa IKIP PGRI Pontianak tersebut

Ia juga menyoroti masalah pembangunan yang menurutnya terkesan berpusat disekitar ibu kota Kabupaten saja. Padahal kewajiban pemerintah adalah melakukan pembangunan secara merata

“Pemerintah selama ini kita lihat pembangunan infrastruktur hanya berpusat pada beberapa daerah dan Ibukota Sekadau saja. Sehingga kita menuntut Pemerintah Daerah harus melalukan pemerataan pembangunan sampai ke daerah. Jangan sampai kedepan sampul bagus, eh ternyata isinya tidak bagus. Inikan masalah nantinya,”ucapnya