Jalan Desa Rusak Parah, Mahasiswa Sekadau : Jika Pemerintah Tidak Punya Anggaran Perbaikan, Kita Akan Bantu Patungan

Jalan Desa Rusak Parah, Mahasiswa Sekadau : Jika Pemerintah Tidak Punya Anggaran Perbaikan, Kita Akan Bantu Patungan

GENCIL.NEWS, SEKADAU – Masyarakat Desa Semabi keluhkan kondisi jalan yang semakin rusak, terutama saat musim hujan akhir tahun yang menyebabkan jalan pun menjadi banjir dan masuknya kendaraan besar seperti truk dan pik-up makin memperburuk kondisi jalan yang ada di desa Semabi.

Pani salah satu warga yang merasakan dampak dari kerusakan jalan yang ada di desa Semabi, ia merasa kasian kepada mereka yang sedang menempuh pendidikan sekolah – sekolah di desa tersebut karena harus berjuang melewati jalan yang penuh lumpur untuk sampai ke sekolah

“jika pemerintah tidak mampu memperbaiki jalan ini, nanti kita akan patungan untuk berikan anggaran,”tegas Pani menunjukan kekecewaannya

“Bagaimana tidak jalan yang harusnya dapat ditempuh kurang dari 30 menit kini harus ditempuh lebih dari 1 jam bila musim penghujan tiba. Akibatnya mereka sering kali terlambat datang ke sekolah bahkan kadang mereka memilih untuk tidak bersekolah akibat tidak mampu melewati jalan yang rusak,”pungkas mahasiswa Fisip Untan tersebut, Rabu (15/11)

Dirinya juga menyesalkan kurangnya perhatian pemerintah daerah kabupaten Sekadau dalam hal infrastruktur diwilayah seberang salah satunya di desa Semab tersebut.

Salah satu warga berfoto di jalan yang rusak di desa Semabi

Selain itu sekretaris umum forum komunikasi mahasiswa Sekadau, Hariyanto mengatakan jalan menuju desa Semabi bisa dikatakan jarang mendapatkan perbaikan. Kondisi jalan yang masih tanah makin memperburuk kondisi jalan didesa Semabi.

“Lebih miris jalan yang jaraknya hanya  sekitar  1 km seharusnya hanya ditempuh dalam waktu kurang dari 30 menit, kini harus ditempuh lebih dari 1 jam bila musim penghujan tiba. Kita pernah pertanyakan anggaran perbaikan ini ke desa tetapi pihak desa menjelaskan bahwa jalan tersebut wewenang pemerintah kabupaten,”ungkap mahasiswa muhammadiyah Pontianak tersebut

Hariyanto meminta pemerintah memperhatikan jalan di desa tersebut karena jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas termasuk aktivitas ekonomi untuk menuju kabupaten.

“Harapannya jika ini merupakan wewenang pemkab maka kita ingin pemerintah segera memperbaiki jalan ini, karena kasian masyarakat terhambat hanya karena jalan rusak dan biaya angkut barang untuk sektor perekonomian juga akan mahal jika seperti itu,”ujarnya