Kalbar Siap Back Up Logistik Ori

Kalbar Siap Back Up Logistik Ori

GENCILNEWS – PONTIANAK- Outbreak Response Immunization (ORI), merupakan imunisasi yang diberikan seumuran anak dari usia 1 hingga 19 tahun. ORI dilakukan setelah suatu wilayah dinyatakan KLB. Sementara KLB muncul ketika di satu wilayah ada satu yang dinyatakan positif difteri

Dinas Kesehatan Kalimantan Barat akan memback up kebutuhan logistik dalam pelaksanaan ORI tersebut.

“Kami memfasilitasi jarum suntik, untuk pelaksanaan ORI dari masing-masing daerah,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Andy Jap kepada GENCILNEWS

Menurutnya pemenuhan kebutuhan logistrik itu sudah disampaikannya ke Sekda Kalbar dan Pj Gubernur Kalimantan Barat. Sejatinya ORI akan dilakukan pertengahan tahun ini.

“Dengan dilaporkan, kami meyakini pelaksanaan ORI tidak ada kendala lagi. Kami bahkan sudah siap,” katanya.

Andy menjelaskan, Kementerian Kesehatan sudah memenuhi kebutuhan vaksin, sehingga ia meyakini pemenuhan kebutuhan Kalbar tidak akan kurang.

Kendati demikian ia memberikan catatan dalam penggunaan Anti Difteri Serum (ADS). ADS ini diberikan kepada pasien yang sudah dinyatakan positif difteri. Sebab pasien yang positif tidak bisa lagi diberikan vaksin, melainkan harus dengan ADS.

“Catatan untuk ADSadalah barang impor dan terbatas sehingga penggunaan benar-benar selektif. Khususnya kasus yang positif,” jelasnya.

Andy meyakini melalui ORI yang tetap dan sesuai prosedur, KLB Difteri dapat dikendalikan. Ia juga berharap kerjasama orangtua dan semua pihak untuk ikut mengendalikan KLB Difteri ini.

Kementerian Kesehatan sendiri menyatakan kampanye difteri tetap digalakkan meskipun trend kasusnya menurun.

Kementerian Kesehatan memantau trend kasus Difteri dan mencatat pada pekan pertama Januari 2018, sempat melihat kecenderungan meningkat pada hari ke-9 dan ke-10. Namun selanjutnya, mengalami penurunan pada hari ke 11-15 Januari 2018. (dpw)