Kebutuhan Ikan Pontianak Capai 50 Ton

Kebutuhan Ikan Pontianak Capai 50 Ton

 

GENCIL.NEWS –  DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pontianak, Bani Amir, mengakui kebutuhan ikan di Kota Pontianak mencapai 50 ton.

“Dalam satu hari Kota Pontianak membutuhkan sekitar 50 ton ikan segar dan terkadang kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi sehingga mengharapkan pasokan dari luar Kota Pontianak. Namun, dengan adanya budidaya ikan air tawar kekurangan pasokan ikan tersebut terpenuh,” katanya, kemarin.

Untuk itu, pihaknya akan intens bersinergi dengan pemerintah terkait permasalahan yang ada. Tidak ahanya, masalah yang dihadapi pihaknya adalh bagaimana melindungi dan membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan Kota Pontianak.

“Ke depannya kita akan bermitra dan bersenergi dengan pemerintah dalam rangka mengangkat harkat dan martabat nelayan terutama nelayan-nelayan yang memiliki kemampuan tangkapan ikan di bawah lima ton,” ujarnya.

Salah satu upaya yang akan dicoba untuk disenergikan dengan pemerintah adalah dengan megupayakan bagaimana kapal nelayan dengan kapasitas tangkap ikannya 5 ton menjadi 30 ton, sehingga daya jangkauan tangkapan ikan  nelayan di Kota Pontianak bisa lebih jauh dan hasilnya bisa lebih banyak.

“Tidak hanya kelompok nelayan tangkapan ikan dilaut saja kelompok nelayan yang bergerak disektor budidaya ikan air tawar akan kita coba bantu, terutama dalam hal mencari potensi lokasi di Sungai Kapuas yang cocok untuk dijadikan lokasi budidaya ikan air tawar,” ungkapnya.

Di Kota Pontianak ada sekitar 1.500 lebih nelayan yang bergerak di tiga kelompok nelayan penangkapan ikan, pemasaran dan budidaya. Khusus kelompok nelayan penangkap ikan ada sebanyak 76 kapal dengan kapasitas 30 ton dan di bawah 10 ton ada puluhan kapal.

Sementara itu Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, membuka kesempatan bagi nelayan untuk berdiskusi terkait kendala yang dihadapi.

“Tidak hanya dalam hal melindungi dan membatu kesulitan nelayan yang berjumlah sekitar 1.500 lebih,” paparnya.

Edi berpesan agar pengurus HNSI Kota Pontianak memanfaatkan kemudahan, terutama memanfaatkan teknologi penangkapan ikan yang lebih ramah lingkungan dan mampu menjaga kualitas ikan yang sehat untuk dikonsumsi masyarakat. (all)