Kledik, Alat Musik Tradisional Khas Sintang

GENCIL NEWS – SINTANG – Indonesia merupakan negara yang terkenal akan keberagaman suku serta budayanya. Memang sebagai negara kepulauan sudah barang tentu bila Indonesia memiliki keanekaragaman suku serta budayanya. Salah satu kebudayaan yang menonjol dari suku-suku yang ada di Indoensia adalah alat musik tradisional. Bahkan alat musik ini memiliki ragam yang berbeda-beda meskipun dalam satu suku, misalnya saja pada suku jawa terdapat beberapa alat musik seperti gamelan, calung, angklung dan lain sebagainya. Mengapa bisa demikian? karena di Indonesia alat musik pada umumnya dimiliki oleh daerah atau kota bukan hanya sukunya saja.

Kali ini kita akan mengenal lebih dekat satu alat musik dari Sintang. Sintang merupakan salah satu kabupeten di pulau Kalimantan. Kabupaten Sintang terkenal dengan alat musik khasnya yaitu Kledik. Tepatnya alat musik kledik ini berasal dari desa Nanga Tebidah, kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang. Alat musik apakah kledik itu? Kledik adalah alat musik khas Sintang yang dimainkan dengan cara ditiup. Alat musik ini memiliki beberapa sebutan seperti kledi, keledi atau kaldei. Meskipun memiliki nama yang berbeda-beda pada dasarnya alat musik tersebut tetap satu jua. Kledik termasuk kedalam jenis alat musik tiup. Cara memainkannya pun tidak berbeda jauh dengan suling atau alat musik tiup lainnya.

Pada tanggal 20 Oktober 2015 alat musik kledik telah medapatkan pengakuan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Hal ini tentu sangat membanggakan karena keberadaan alat musik kledik sudah diaku secara nasional. Pengakuan tersebut tentu menimbulkan rasa bangga pada warga Sintang bahkan bagi warga Indoneisa.

Bentuk dari alat musik kledik ini sangat unik, dengan bentuk seperti labu. Bentuk unik ini diperoleh dari labu tua berumur sekitar 5-6 bulan yang telah dikeluarkan isinya. Kemudian labu tersebut direndam selama satu bulan baru kemudian dikeringkan. Setelah cangkang labu tersebut kering, cangkang labu dirangkai menjadi satu kesatuan dengan batang-batang bambu dan direkatkan dengan menggunakan perekat dari sarang kelulut atau sarang lebah hutan kecil. Lem alami tersebut dipilih karena lebih aman, lebih kuat dan lebih sesuai dengan alat musik kledik.

Bentuk jadi alat musik ini berupa sejumlah tabung bambu yang dihubungkan dengan sebuah labu. Tabung-tabung bambu tersebut memiliki ketinggian yang berbeda-beda. Beda tinggi tabung bambu tersebut berfungsi untuk menghasilkan bunyi atau nada yang berbeda-beda. Misalnya saja fungsi dari tabung bambu yang tinggi menghasilkan satu nada, sedangkan tabung lainnya dapat menghasilkan berbagai ragam nada suling lainnya. Nada yang dihasilkan oleh alat musik kledik ini adalah nada pentatorik.

Sebagai sebuah alat musik, kledik tentu memiliki bunyi yang indah. Bunyi indah yang dihasilakn oleh alat musik kledik ini pada umumnya digunakan untuk mengiringi nyanyian tradisional, tarian, teater tutur (berupa syair dalam nyanyian yang berisi nasihat dan pantun) serta saat upacara adat suku Dayak. Penggunaan alat musik kledik dalam acara-acara kebudayaan menjadi salah satu kunci bagi keberlangsungan eksistensi dari alat musik tadisional ini. Sebagai budaya warisan bangsa alat musik kledik ini patut untuk di jaga eksistensinya, agar generasi muda tetap bisa mengenal alat musik tradisional ini.

Selain alat musik kledik, pulau Kalimantan khususnya Kalimantan Barat memiliki beberpa alat musik tradisional seperti agukng, sapek, kangkuang, entebong dan terah umat.

Berikut penjelasan singkat tentang alat musik tersebut:

  1. Agukng
    Alat musik ini merupakan alat musik tradisional yang lebih dikenal dengan sebutan gong. Alat musik agukng ini dimainkan dengan cara di pukul. Alat musik ini sering dianggap sakral oleh suku dayak. Oleh sebab itu alat musik ini dapat ditemui hampir di seluruh kelompok dayak. Instrumen dari alat musik ini dipercaya dapat mengusir roh jahat dan mendatangkan roh para leluhur atau makhluk gaib lainnya.
  2. Sapek
    Sapek merupakan alat musik petik khas suku dayak. Alat musik ini tergolong kepada jenis alat musik dawai. Bentuk alat musik ini tampak seperti gitar dengan tubuh yang panjang dan leher yang sangat pendek. Leher dari alat musik ini sering juga disebut dengan istilah lute. Dari sekian banyak etnis atau kelompok masyarakat dayak alat musik sapek paling banyak terdapat di Dayak Kayaan dan Dayak Kenyah.
  3. Kangkuang
    Alat musik yang satu ini memiliki ciri khas pada tampilan fisiknya yaitu terdapat ukiran-ukiran indah pada badan alat musik tersebut. Kangkuang adalah alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik ini terbuat dari kayu yang diukir sedemikian rupa. Alat musik ini pada umumnya dibuat oleh suku Dayak Banuaka di daerah Kapuas Hulu.
  4. Entebong
    Entebong adalah salah satu alat musik Kalimantan Barat yang terbuat dari kayu dan kulit binatang. Alat musik ini memiliki bentuk yang sangat mirip dengan kendang atau gendang. Alat musik ini terdapat di kabupaten Sekadau dan dibuat oleh suku Dayak Mualang.
  5. Terah Umat
    Alat musik ini memiliki bentuk yang tidak jauh dengan gamelan jawa. Kata umat dalam bahasa daerah Kalimantan berarti besi, sedangkan terah berarti pukul. Dilihat dari arti kata terah umat sudah pasti alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul.

Itulah beberapa alat musik yang ada di kepulauan Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat. Selain kledik, Kalimantan Barat ternyata memiliki 5 jenis alat musik tradisional lainnya. Keberadaan alat musik yang beraneka ragam ini membuktikan bahwa setiap daerah di Indonesia memiliki lebih dari 1 alat musik tradisional.

Semua alat musik tradisional ini harus kita jaga eksistensinya. Karena kalo bukan kita siapa lagi yang akan menjaga kelestarian budaya bangsa. Budaya bangsa perlu kita jaga agar dapat diwariskan ke generasi selanjutnya. Dan budaya bangsa seperti alat musik ini merupakan aset seni yang tinggi bagi bangsa kita yaitu bangsa Indonesia. Mengapa digolongkan kepada aset seni yang tinggi? Karena perlu anda ketahui bahwasanya kekayaan budaya yang ada di Indonesia (salah satunya alat musik) tidak dimiliki oleh bangsa atau negara lainnya

Jadi kita patut untuk berbangga dengan budaya yang kita miliki. Dan wujud dari rasa kebanggaan kita dapat kita tampilkan dengan cara menjaga eksistensi budaya tersebut, melestarikan budaya tersebut serta menjaga kemurniaan budaya tersebut. Jangan sampai keaneka ragaman budaya (seperti alat musik) ini di klaim oleh negara lain, sehingga kita kehilangan hak paten dari kebudayaan tersebut. Karena kebudayaan termasuk dari aset kekayaan bangsa, dan sebagai putra bangsa kita harus bahu membahu untuk menjaga kebudayaan tersebut.

Mari suport kebudayaan bangsa kita dengan sepenuh hati. Cintai kebudayaan bangsa dari dalam hari nurani. Dengan mencintai kebudayaan bangsa ini maka bangsa kita, bangsa Indonesia tidak akan kehilangan jati dirinya.