Pemerintah Kalbar Berkomitmen Memaksimalkan Potensi Pertanian

Pemerintah Kalbar Berkomitmen Memaksimalkan Potensi Pertanian

Pemerintah Kalbar Berkomitmen Memaksimalkan Potensi Pertanian

GENCIL.NEWS, SAMBAS – Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis, MH mengatakan bahwa pemerintah Kalbar berkomitmen untuk memaksimalkan potensi pertanian yang ada di wilayah Kalbar  sebagai salah satu komoditas ekspor andalan ke Malaysia.

pemerintah melalui Perbankan dalam hal ini melalui Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) tetap terus mendorong peran serta dan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidupnya, agar dapat menemukan sesuatu produk dan selalu bernovasi diberbagai bidang untuk dijadikan sesuatu yang memiliki nilai ekonomi, guna menambah penghasilan keluarga, baik itu bidang pertanian, perkebunan, perikanan maupun kerajinan untuk dipasarkan ke Negara luar seperti Malaysia, sehingga Indonesia akan manjadi pasar bagi warga Negara Jiran tersebut untuk membeli produk-produk yang dihasilkan oleh masyarakat terutama masyarakat yang ada diwilayah perbatasan.

“Dengan diresmikannya tiga Pos Lintas Batas Negara RI di Kalimantan Barat, yakni di Badau, Entikong dan Aruk, membuat daerah kita ini harus terus berbenah. Kita akan terus memaksimalkan baik itu potensi pertanian, perkebunan, perikanan, maupun produk kerajinanyang ada di Kalbar agar bisa diekspor ke Malaysia, melalui tiga PLBN yang ada di Kalbar  tersebut,” kata Cornelis saat menyampaikan sambutannya pada acara Sosialisasi Mengenal Perbankan dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan tahun 2017 yang berlangsung di Aula Kantor Camat Sajingan, Sabtu (28/10).

Cornelis juga megingatkan agar transaksi apapun yang dilakukan hendaknya masyarakat tetap mengunakan uang rupiah dan tidak menggukan uang selain rupiah. “ Kita Cinta NKRI, dan Kita Cinta Rupiah” kata cornelis.

Dalam kegiatan sosialisasi mengenal perbankan dalam rangka Bulan Inklusi Kuangan yang digelar olah Bank Gubernur, yang bekerja sama dengan Bank Indonesia serta Otoritas Jasa Keuangan dijelaskan bahwa Pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berusaha meningkatkan inklusif keuangan dan literasi keuangan.

Inklusif keuangan yang merujuk pada jumlah orang yang mejadi nasabah atau pengguna jasa keuangan di Indonesia seperti menyimpan uang yang aman, transfer, pinjaman, Investasi dan asuransi.

Bank Indonesia membuat sebuah kebijakan untuk meningkatkan Inklusif Finansial yang disebut dengan kebijakan keuangan inklusif yang berbentuk pandalaman layanan keuangan dengan sasaran orang-orang kelas menengah kebawah, sehingga dapat diartikan bahwa layanan perbankan tidak hanya melayani untuk kelas menengah keatas semata, karena setiap warga Negara Indonesia berhak untuk dapat kemudahan akses terhadap produk finansial.

Dalam hal finansial, literasi keuangan dapat diartikan sebagai kecakapan atau kesanggupan dalam dalam hal keuangan.

Inklusif keuangan diharapkan dapat memberikan manfaat seperti meningkatkan efisiensi ekonomi, mendukung stabilitas keuangan, megurangi shadow banking, atau iresponsible finance, memberikan potensi pasar baru bagi perbankan, mendukung peningkatan human depelopmen index (HDI) Indonesia, berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional yang berkelanjutan, mengurangi kesenjangan (inequality) dan regiditas low income trap, sehigga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang pada akhirnya berujung pada penurunan tingkat kemiskinan.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Drs. Cornelis, MH menyampaikan, selama kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur  Drs. Christiandy Sanjaya, SE. MM, menyampaikan bahwa apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah beserrta jajaran Pemerintah Prov Kalbar, hendaknya dapat direspon dengan sebaik-baiknya oleh seluruh lapisan masayarakat, karena menurutnya itulah yang dapat dilakukan selama dua periode memimpin Kalimnatan Barat, dia menyadari bahwa selama kepemimpinannya masih banyak kekurangan disana-sini, untuk itulah dalam kesempatan tersebut Gubernur dan Wakil Gubernur, atas nama Pemerntah Kalimantan Barat mohon diri untuk pamit, dan menyampaikan permohonan maaf apabila ada masyarakat yang masih belum terlayani dengan baik, sebab sebagai menusia biasa tentunya memiliki keterbatasan.

Cornelis juga berharap, bahwa tidak lama lagi Kalimantan Barat akan menyelenggarakan pesta demokrasi Pemilukada Gubernur  untuk wilayah Provinsi Kalimantan Barat, dan Pemilukada untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah, dan Kabupaten Kayong Utara, dari beberapa wilayah tersebut dan seluruh lapisan masyarakat Kalimantan Barat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban serta tetap memelihara kondusifitas selama proses pemilukada tersebut berlangsung, harap Cornelis.