Kontroversi Pemutaran Film G30S/PKI, HMI FISIP Untan Minta Penjelasan Danramil 1207-03 Pontianak

Kontroversi Pemutaran Film G30S/PKI, HMI FISIP Untan Minta Penjelasan Danramil 1207-03 Pontianak

GENCIL.NEWS, PONTIANAK – Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI ) Komisariat Fisip Untan mengadakan audiensi ke DANRAMIL 1207-03 PONTIANAK Barat, dalam rangka diskusi mengenai masalah pemutaran film G30S/PKI di kalangan masyarakat seluruh Indonesia pada akhir September lalu.

“Pemutaran film ini juga menimbulkan berbagai macam sudut pandang dari kalangan masyarakat, ada yang berpendapat setuju dengan pemutaran film ini dan ada juga yang tidak setuju dengan pemutaran film ini dengan alasan bahwa pemutaran film tersebut adalah manuver politik dari panglima TNI,”jelas Abdul Muis Ketua Umum HMI Komisariat FISIP Untan di kantor Danramil 1207-03, Selasa (17/10)

Dirinya yang di dampingin oleh beberapa pengurus menanyakan maksud dan tujuan dari pemutaran film tersebut di masyarakat kepada Mayor Infantri Ayidin Pakaya, S.Ag, dan diskusi ini pun di sambut baik oleh pihak Danramil 1207-03

“Kedatangan kita dari HMI Komisariat FISIP ini yang pertama ingin silaturahmi dan selanjutnya diskusi mengenai film yang menjadi menimbulkan spekulasi di berbagai kalangan masyarakat, jadi kita ingin menanyakan apakah ini murni sebagai bentuk memperingati masa kelam sejarah Indonesia atau yang lain,”ujarnya saat memimpin jalannya diskusi

Di tempat yang sama, Mayor Infantri Ayidin Pakaya, S.Ag nmenuturkan pemutaran film tersebut di kalangan masyarakat sebagaimana instruksi dari Panglima TNI bukan bertujuan politis tetapi ada beberapa dasar pemikiran yang membuat film itu di putarkan kembali

“Pertama mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa negara Indonesia pernah mengalami masa kelam yang menyakitkan, untuk itu di putarkan agar masyarakat tahu sejarah Indonesia, kedua, pemutaran film ini sebagai wujud antisipasi awal agar mencegah bangkitnya PKI,”jelasnya

Banyaknya opini di masyarakat yang berkembang bahwa pemutaran tersebut merupakan manuver politik dirinya tidak membenarkan tuduhan tersebut

“Jika banyak yang menganggap pemutaran film tersebut untuk kepentingan politik, maka itu salah, pada dasarnya ini untuk pemahaman masyarakat terhadap sejarah, dan Panglima TNI juga telah mengklarifikasi itu,”ujarnya

Dirinya menambahkan bahwa pemutaran film tersebut juga telah di setujui oleh Presiden dan Kemendagri sehingga tidak ada unsur politik

“Perlunya kita menganalisis atau mengkaji ulang berita yang beredar agar tidak terprovokasi, misalnya berita tentang PKI,”pesannya