GENCIL.NEWS, PONTIANAK – Dalam waktu tidak berapa lama lagi, warga sudah bisa menempati rumah susun (rusun) di Jalan Harapan Jaya Kota Baru.

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menargetkan dalam tempo dua hingga tiga bulan ke depan pembangunan rusun itu selesai.

“Untuk ukuran rusun itu masing-masing hampir sekitar 24 meter persegi dengan daya tampung 180 kepala keluarga,” ujarnya saat meninjau rusun Harapan Jaya, Minggu (19/11).

Ia menjelaskan, warga yang diprioritaskan untuk menempati rusun adalah mereka yang terkena dampak pembersihan saluran Parit Tokaya seperti di Gang Dungun Kelurahan Parit Tokaya Kecamatan Pontianak Selatan.

“Warga Gang Dungun yang rumahnya sudah masuk dalam batas parit, kita relokasi di sana. Beberapa lokasi lainnya yang terkena pembangunan juga akan direlokasi ke rusun, termasuk yang di pinggir sungai,” sebut Midji.

Baca juga   Indeks Persepsi Korupsi 2017, Kota Pontianak Tempati Posisi Membanggakan

Dalam menempatkan penghuni rusun, terang dia, ada yang dengan mendaftarkan diri dan ada pula yang difasilitasi Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak.

Misalnya, mereka yang terkena dampak pembangunan drainase atau yang lainnya, termasuk tawaran kepada para guru yang masih menempati rumah di komplek-komplek sekolah untuk menempati rusun yang ada di Harapan Jaya.

Sebab menurutnya, untuk wilayah perkotaan seperti ini sudah tidak cocok lagi ada rumah dinas guru.

Kendati demikian, ia berpendapat, kurang ideal bagi seorang guru untuk menempati rusun karena dirinya yakin mereka masih mampu untuk mengambil kredit rumah di komplek perumahan yang tersedia.

“Rumah di komplek sekolah sudah tidak boleh lagi sebab kita perlu lahan yang luas untuk area bermain anak,” tuturnya

Baca juga   Ini Alasan Pontianak Dapat Penghargaan Kihajar 2017 Dari Kemendikbud