GENCIL.NEWS, PONTIANAK – Dalam rangka mewujudkan pembangunan pendidikan bekelanjutan hingga tahun 2030, maka sebuah komunitas di Pontianak bernama Aksi Sedekah Pendidikan, mengadakan sebuah kegiatan yang dikemas dengan konsep yang santai namun bermakna yang di beri nama Educoffee bertempat di Kedai Kamek Jalan Johar, Minggu (19/11).

Mengusung tema Pendidikan Berkualitas Menggapai SDG’s dan Bonus Demografi, terdapat 3 orang pemateri yaitu, Dr. H. Martono, M.Pd, Dekan Fakultas FKIP Universitas Tanjungpura, Yandi S.Ag, M.LAP, M.Sos, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Pontianak, dan Indra Dwi Prasetyo, S.Pd, penggagas Aksi Sedekah Pendidikan.

Pemateri yang mengisi acara ini memaknai pembangunan berkelanjutan ini dengan cara yang berbeda namun dengan fokus utama adalah SDG’s untuk pendidikan.

Baca juga   Seminar Ekonomi Badko HMI Kalbar, Pengamat Ekonomi Syariah Minta Kedepankan Nilai Universal

Dekan FKIP Untan, Martono mengatakan untuk mencapai pendidikan yang berkualitas terdapat tiga syarat utama yang diperlukan yaitu guru yang bermutu, sarana dan prasarana yang memadai dan yang tak kalah penting adalah adanya peran dan dukungan masyarakat terutama orang tua karena ini adalah media utama yang membentuk karakter suatu anak Bangsa.

Sementara itu, Yandi memiliki pandangan yang hampir serupa dengan Martono yakni diperlukan sistem untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas, guru yang berkualitas, dan juga sarana, dimana kualitas itu dinilai dari empat hal yakni kualitas akademik, ekonomi, karakter dan sosial.

“Pendidikan hendaknya memiliki tolak dan tolok ukur yang jelas karna semua faktor dalam pendidikan itu penting,”ujar anggota DPRD Kota Pontianak tersebut

Baca juga   Deklarasi Rakyat, Tim Midji – Norsan Ingin Berikan Edukasi Politik Dengan Cara Ini Di Masyarakat

Indra yang saat ini sedang menempuh studi Master di Monash University mengatakan, di satu sisi bahwa Indonesia merupakan negara yang potensial, untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan tersebut karenadi dukung dengan bonus demografi dimana membludaknya jumlah masyarakat yang produktif.

Ia berharap dengan adanya peran serta komunitas-komunitas dalam memberikan arah yang positif bagi terwujudnya pembangun berkualitas menuju indonesia emas 2045