Prajurit Asah Kemampuaan Menembak

Prajurit Asah Kemampuaan Menembak

 

Prajurit Asah Kemampuaan Menembak

GENCIL.NEWS, KUBU RAYA – Bagi setiap prajurit, ketrampilan dan kemampuan menembak yang mumpuni tidak datang dengan sendirinya namun diperlukan latihan yang berkesinambungan.

Oleh karenanya, sangatlah tepat bila di Pangkalan TNI AU Supadio telah diprogramkan latihan menembak setiap tiga bulan (Triwulan) sekali.

Memasuki Triwulan IV, segenap personel Lanud Supadio kembali melaksanakan latihan menembak baik laras panjang maupun laras pendek atau pistol.

Untuk menembak laras panjang dilaksanakan di lapangan tembak Sekolah Polisi Negara (SPN), Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya dan untuk menembak pistol digelar di lapangan tembak Mako Batalyon 465 Paskhas Brajamusti.

“Setiap prajurit TNI tentunya harus dapat menembak dengan baik dan benar. Untuk mencapai itu tentunya dengan latihan yang rutin. Di Lanud Supadio latihan menembak dilaksanakan tiga bulan sekali, untuk laras panjang diperuntukkan bagi seluruh anggota sedangkan pistol hanya untuk Perwira, personel Satpomau, Intel dan Wanita Angkatan Udara atau Wara,” jelasnya dilapangan tembak SPN Rasau Jaya, Selasa (24/10 ).

Kepala Seksi Keamanan dan Pertahanan Pangkalan (Kasi Kamhanlan) Letkol Pom Iskandar, S.H mengatakan segenap prajurit dijajaran Lanud Supadio secara rutin melaksanakan latihan menembak baik itu laras panjang maupun pistol dengan tujuan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan dalam menggunakan senjata.

tembak 100 meter dengan tiga sikap yaitu tiarap, duduk dan berdiri. Sedangkan pistol menggunakan amunisi berjumlah

Ditempat yang sama, Kasi Senjata (Kasisen) Dislog Mayor Tek Zulkifli mengutarakan sebelum melaksanakan latihan menembak terlebih dahulu di refresh kembali tata cara penggunaan senjata sesuai prosedur yang telah ditentukan, hal ini dimaksudkan agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan aman dan lancar sehingga zero accident tercapai.

“Untuk menembak laras panjang amunisi yang digunakan sebanyak 20 butir peluru dan jarak