GENCILNNEWS – Adhinanto Cahyono Asisten Direktur KPw BI Kalbar, mengungkapkan,pertumbuhan penjualan eceran secara nasional selama Januari 2018 terindikasi menurun.

Ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang terkontraksi 1,8 persen secara tahunan (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 0,7 persen.

Penurunan tersebut sejalan dengan berakhirnya hari raya Natal dan Tahun Baru, terutama terjadi pada kelompok durable goods, berupa peralatan informasi dan komunikasi serta peralatan rumah tangga lainnya.

“Khusus Kalbar, total omset penjualan eceran juga melandai sebesar 2,56 persen,” ujarnya.

Dari hasil survei penjualan eceran yang dilakukan KPwBI Kalbar, mencatat peningkatan tinggi pada penjualan eceran peralatan dan komunikasi yang bertumbuh sekira 14,29 persen selama periode Januari 2018 dibanding bulan sebelumnya. Sebaliknya, penjualan eceran makanan, minuman dan tembakau merosot sebesar 23,75 persen.

Baca juga   Delegasi HIPMI KalBar diterima khusus oleh CEO MATRADE DR. MOHD SHAHREEN MADROS

“Secara total, omset penjualan eceran di Kalbar mengalami penurunan sebesar 2,56 persen selama Januari 2018 dibanding bulan sebelumnya,” ungkapnya.

Secara nasional, penurunan penjualan terjadi pada kelompok durable goods berupa peralatan informasi dan komunikasi serta peralatan rumahtangga lainnya. Sedangkan kelompok barang lainnya masih menunjukkan peningkatan, terutama pada sandang barang  budaya dan rekreasi serta suku cadang dan asesoris.

BI juga mengindikasikan, menurunnya tekanan harga di tingkat pedagang eceran secara nasional dalam tiga bulan (April 2018). Indikasi tersebut, tercermin dari penurunan Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) tiga bulan menjadi 155,1 dari 158,2 pada bulan sebelumnya.

Dari survei yang dilakukan BI tersebut, memang terlihat tekanan permintaan di awal tahun dari penjualan durable goods yang rendah.

Baca juga   Industri Kalbar Terkendala Infrastruktur

“Begitu pula pada penjualan eceran riil kelompok makanan, minuman dan tembakau yang terkontraksi sebesar 9,1 persen secara bulanan atau turun dari 7,5 persen (mtm) pada bulan sebelumnya,” ucapnya. (all)