Pelayanan B2TKI Libatkan Lima Instansi

 

GENCIL.NEWS – PONTIANAK Saat ini, masyarakat Kabupaten Sambas sudah bisa menikmati layanan dari Kantor Layanan Terpadu Satu Atap Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia  (LTSA P2TKI) .

Tidak tanggung- tangung sudah hampir skitar 200 orang yang diberikan pelayanan oleh masing  masing instasi yang terlibat didalamnya.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh BP3TKI Pontianak, bahwa pelayanan 5 instansi yang terlibat di LTSA P2TKI Sambas menunjukkan hal yang cukup menggembirakan, instansi Disnaker Sambas misalnya telah memberikan pelayanan ID CTKI sebanyak 172 buah dan rekomendasi paspor CTKI sebanyak 128 buah.

Kepala BP3TKI Pontianak, Ahnas, S.Ag, M.Si, mengungkapkan, sesuai dengan tujuan awalnya, LTSA P2TKI Sambas berupaya melakukan perbaikan tata kelola penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia dalam bentuk pelayanan kepada masyarakat, khususnya CTKI secara mudah, murah, cepat dan aman.

“Zaman dulu, masyarakat berpikir menjadi PMI itu susah, berbelit-belit, mahal dan sering terdapat praktek percaloan namun dengan adanya LTSA P2TKI Sambas, hal itu dihilangkan sama sekali,” ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa pelayanan didalam LTSA P2TKI Sambas dilakukan secara online sistem yang mengintegrasikan 5 instansi terkait didalamnya yaitu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. Sambas, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Sambas, Kantor Imigrasi Sambas, Polres Sambas dan P4TKI Sambas.

“Adapun layanan yang diberikan yaitu layanan kependudukan, layanan ketenagakerjaan, layanan paspor, layanan SKCK dan layanan PAP dan elektronik KTKLN. Layanan  layanan tersebut ada yang diberikan secara gratis untuk layanan kependudukan, ketenagakerjaan dan PAP/ E-KTKLN dan sesuai PNBP untuk layanan paspor dan SKCK,” terangnya.

Ahnas berpesan kepada masyarakat agar memanfaatkan semaksimal mungkin fasilitas dan layanan yang sudah disiapkan oleh pemerintah ini.

“Jangan berangkat secara non prosedural karena akan merugikan diri sendiri karena perlindungan yang minim. Gunakan PPTKIS yang resmi dan jauhi yang namanya calo/ tekong,” pintanya. (all)