Pemprov Tarik Investor Luar Negeri, Ini Salah Satu Negara Yang Invertasi

Pemprov Tarik Investor Luar Negeri, Ini Salah Satu Negara Yang Invertasi

GENCIL.NEWS, PONTIANAK – Investasi di Kalimantan Barat menjadi daya tarik investor luar negeri, karenanya satu di antara negara maju di Asia, yakni China, yang memang sudah sejak berinvestasi di Kalbar, kembali membuka peluang.

Sehingga atase Perdagangan China Mr. Wang Liping, sengaja berkunjung ke Kalbar untuk melihat secara nyata bagaimana peluang investasi di Provinsi paling Barat Pulau Kalimantan itu.

Wang Liping mengaku sudah beberapa kali datang ke Kalbar, pada peresmian Jembatan Pak Kasih Tayan, bahkan Pria yang tidak bisa berbahasa Indonesia itu melalui penterjemahnya mengaku kagum dengan Gubernur Kalbar Cornelis yang hebat pidato ketika peresmian Jembatan terpanjang di Pulau Kalimantan.

Ia mengaku kedatangannya kali ini untuk melihat perkembangan investasi China di Indonesia, khususnya Kalbar karena menurutnya investasi Tiongkok di Kalbar saat ini mencapai US$ 100 juta lebih. Ke depan investasi Tiongkok di Kalbar akan lebih tinggi. Kalbar kaya sumber daya alam, perikanan, pertambangan yang masih bisa.

Sementara itu, Gubernur Kalbar Cornelis mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar membuka peluang investasi bagi investor untuk menanamkan modalnya di Provinsi Kalbar.

“Pemprov Kalbar membuka peluang investasi bagi investor. Sekarang ini WHW telah membuka investasi di Kalbar. Modalnya dari Tiongkok. Akan menyusul lagi investor dari perusahan Jing Jiang dari Shanghai. Ini sedang dipersiapkan, ” kata Cornelis, Minggu (3/12)

Cornelis berharap agar investasi Jing Jiang yang sudah disepakati dan mulai awal tahun sudah dapat berjalan. Disamping itu, Provinsi Kalbar juga masih banyak memiliki peluang-peluang investasi yang dapat dikembangkan bersama-sama investor dari Tiongkok.

“Peluang invetasi yang dapat dikembangkan diantaranya, di sektor kelautan, perikanan, di sektor pertanian, perkebunan mamupun sektor perkayuan walaupun sudah banyak pemegang HPH yang bangkrut namun peluang dapat dibangun kembali.”jelasnya

Demikian juga dengan industri minyak sawit (CPO) karena pelabuhan Internasional di Kijing Mempawah sebentar lagi di bangun sehingga akan memudahkan ekspor CPO langsung ke negara tujuan