Penataan Drainase Harus Jadi Prioritas di Tahun Ini

 

 GENCIL.NEWS Anggota DPRD Kota Pontianak, Herman Hoffi, berujar bahwa Kota Pontianak tidak mungkin bisa bebas banjir setiap curah hujan tinggi. Hal ini dikarenakan kondisi topografi Pontianak yang flat seperti ini.

“Di samping itu jarak Kota Pontianak dengan muara Sungai Kapuas lebih kurang 18 KM. Ketika curah hujan tinggi dan diikuti oleh pasang air laut maka permukaan sungai kapuas kurang dari 20 cm,” katanya, Minggu (28/1).

Dengan demikian semua parit baik parit primer, sekunder menjadi meluap.

Kondisi ini akan memperlambat aliran air sehingga terjadilah genangan diberbagai tempat yang relatif rendah. Di samping itu resapan air diberbagai tempat semakin berkurang karena semenisasi halaman rumah penduduk dan rerata komplek perumahan mempunyai parit yang sangat buruk.

“Mau tidak mau pemerintah harus fokus dalam prioritas drainase di tahun ini karena meskipun di satu sisi jalan ditinggikan, belum juga maksimal,” ucapnya.

Baca juga   Wisata Seafood Ala Cafe Terapung di Pontianak

Baca Juga

Kejadian ini akibat lemahnya pengawasan terhadap bangunan di berbagai perumahan atau ruko. Hasilnya banyak bangunan mengabaikan fungsi parit dan serapan air. Padahal ketentuan dalam berbagai regulasi sudah ada bahwa setiap bangunan perlu memperhatikan fungsi parit

Dan serapan airnya. “Fakta di lapangan berbeda. Menjadi pertanyaan kenapa bangunan itu mengantongi IMB,” cetusnya.

Menurut Herman, ini membuktikan lemahnya fungsi pengawasan. Tentu perlu ada perbaikan yang mesti dilakukan. Normalisasi parit primer harus segera dilakukan secara terencana dengan baik. Pemkot juga perlu membuat kolam tendon diberbagai tempat di 29 kelurahan. Dia mengambarkan, apabila wilayah Kota Baru genangan air nya tinggi maka dapat dipastikan daerah lain akan kebanjiran juga.

Baca juga   Sutarmidji: “Pemimpin Harus Miiliki Gaya Tegas Dalam Memimpin”

“Kawasan Kota Baru termasuk daerah relatif tinggi dengan gambut yang masih ada. Oleh sebab itu siapa pun jadi Wali Kota tidak akan bisa menghilangkan banjir atau genangan  di Kota Pontianak,” ujarnya.

Agar kejadian ini tak kembali terulang, ia ingin pemerintah memperbaiki infrastruktur drainase se-Kota Pontianak.

“Dengan catatan masyarakat harus hidup bersih dan sehat, dengan peduli sampah. Jangan lagi ada sampah bersarang di setiap parit-parit,” katanya.

Dia juga berharap serapan anggaran yang mencapai 96 persen itu jatah untuk pembangunan drainase dilakukan secara merata. (all)

 

Portal Berita Online Harian Menyajikan Informasi Kalimantan Barat, Nasional,Internasional, Bisnis,Teknologi, Traveling,Budaya, Gaya hidup,Kesehatan, Kuliner, olahraga, Film, Musik, dibangun melalui inovasi dan teknologi terkini.