Pj Walikota dan Pj Bupati Harus Berpegang Teguh Aturan

GENCIL.NEWS PONTIANAK-Kota Pontianak dan Kabupaten Sanggau mendapat pelaksana tugas sebagai pengganti bupati yang cuti untuk mengikuti masa kampanye untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Juni 2018 mendatang.

Pejabat Gubernur Kalimantan Barat Dodi Riyadmadji mengatakan pelantikan untuk Pj Walikota dan Pj Bupati dilakukan di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, sehari sebelum masa kampanye di mulai.

“Untuk cuti harus dilakukan ketika calon yang maju masih menjabat sebagai kepala daerah,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (13/2/2018)

Meski tidak menyebut siapa orangnya, Dodi menyatakan pelaksana tugas itu pejabat dari lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Lebih lanjut Dodi mengingatkan pasangan calon yang maju dan sudah mendapat ketetapan nomor urut untuk berpegang pada aturan yang sudah ada. Menurut Dodi, latar belakang yang berbeda, baik itu partai maupun pendukungnya jangan mengorbankan semangat persatuan dan kesatuan.

“Artinya semangat persatuan dan kesatuan diutamaka. Silakan berkompetisi, sehingga siapa yang keluar nanti adalah yang terbaik,” kata dia.

Anggota Komisi III DPR RI Dapil Kalbar, Irjen Pol (Purn) Erwin TPL Tobing mengingatkan agar pasangan calon beserta pendukungnya melakukan kampanye dengan tertib. Kampanye yang dilakukan jangan sampai memecah belah persatuan dan kesatuan.

“Jangan berpikir sesaat tapi berpikirlah jangka panjang,” pesan Erwin.

“Berpikirlah dengan cermat, pikir dampak yang ditimbulkan jika melakukan kampanye negatif,” lanjutnya.

Menurut Erwin pasangan calon dalam berkampanye haruslah memproklamirkan program-program yang sudah dibuatnya. Kampanye pun tidak baik jika dilakukan dengan menghasut atau memojokkan pemeluk agama lain.

“Sampaikan ke masyarakat, apa program yang dikerja serta visi misinya. Jika ada yang menghasut dan memojokkan pemeluk agama lain, kapolda jangan ragu untuk bertindak tegas,” pungkasnya. (dpw)