GENCIL.NEWS -Secara resmi, Perusanaan Listrik Negara (PLN) Kalbar mengoperasikan Gardu Induk (GI) 150 kV Tayan dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Siantan-Tayan Sirkit 1 serta PLTD tersebar 21 MW.
GM PLN UIP Kalimantan Bagian Barat Rachmad Lubis mengungkapkan bahwa dengan beroperasinya GI Tayan dan SUTT Siantan-Tayan maka keandalan dan pasokan listrik PLN untuk masyarakat dapat menjadi lebih baik. Sehingga, persoalan pemadaman di wilayah Sanggau diharapkan tidak lagi terjadi, kecuali adanya masalah gangguan pada jaringan distribusi seperti adanya gangguan tali kawat layang-layang.

SUTT 150 kV Siantan-Tayan memiliki 302 tapak tower yang melintasi empat kota/kabupaten di Kalimantan Barat, yaitu Kabupaten Sanggau, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah, dan Kota Pontianak. “Saat ini, SUTT ini telah dapat beroperasi sepanjang 103 kms,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya GI 150 kV Tayan sendiri memiliki kapasitas 30 MVA dengan beban puncak maksimal 3 MW. Dengan daya tersebut, PLN dapat menyuplai listrik untuk sekitar 9.000 pelanggan PLN di sekitar Sanggau.

GM PLN Wilayah Kalbar Richard Safkaur mengatakan, untuk memperkuat daerah _isolated_ pihaknya meresmikan PLTD untuk menyuplai daya dengan total 21 MW atau setara dengan melayani 16.000 pelanggan.

Baca juga   Dibekali Cara Penggunaan Obat, Kader Kesehatan Di Kubu Raya Sangat Antusias

“Dengan penambahan mesin pembangkit ini, pasokan listrik di 3 kabupaten yakni Sanggau, Kapuas Hulu dan Kayong Utara dapat lebih handal. Dari sisi teknis ini akan meningkatkan kualitas tegangan yang diterima oleh pelanggan,” kata Richard.

Proyek pembangunan PLTD tersebar diantaranya PLTD Balai Karangan (2 MW), lokasi Balai Karangan, Kec. Entikong, Kabupaten Sanggau, PLTD Teluk Melano (6 MW), lokasi Teluk Melano,Kabupaten Kayong Utara, PLTD Semitau (2 MW), lokasi Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu, PLTD Nanga Tepuai (3 MW), lokasi Tepuai, Kabupaten Kapuas Hulu dan PLTD Sawai/Putussibau (8 MW), loksai Sawai, Kabupaten Putusibau.

Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot mengatakan pihaknya bersyukur karena impian masyarakat Kabupaten Sanggau telah di wujudkan.

“Impian masyarakat Sanggau kami wujudkan melalui program-program strategis kami yakni dengan Program Sanggau Terang, dengan diresmikan GI dan PLTD tersebar ini menandakan bersinerginya program kami dengan PLN juga impian masyarakat. Kami berterima kasih dan bersyukur, semoga PLN terus menerangi hingga pelosok negeri,” papar Yohanes.

Baca juga   Lomba Lagu Perjuangan Kalbar Selesai Digelar

Dari 163 desa yang ada, terdapat 32 desa belum teraliri listrik dan dari 865 dusun tinggal 273 dusun yang belum teraliri listrik. Ini menjadi tugas bagi PLN dan tentunya memerlukan dukungan dari pemerintah daerah.

Bisnis Regional Kalimantan, Machnizon Masri menambahkan keandalan sistem di Kalimantan tidak jauh beda seperti pulau jawa dan dengan diresmikannya infrastrukutur kelistrikan ini, kejadian padam di Kabupaten Sanggau akan jauh lebih berkurang.

“Kami tetap mengharapkan dukungan dari semua pihak bagi PLN untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan Barat ini. PLN juga terus mengusahakan satu sistem interkoneksi kelistrikan di Kalimantan untuk mewujudkan Kalimantan Benderang”, kata Machnizon.

PLN dapat mencapai target rasio elektrifikasi (RE) Provinsi Kalimantan Barat tahun 2018 sebesar 84%. Per November tahun 2017 lalu, sebaran RE di provinsi ini mencapai 81,6% atau telah melampaui target tahun 2017 yaitu sebesar 80,9%. (dpw)