Generasi remaja yang berkualitas merupakan generasi penting bagi masa yang akan datang.

GENCILNEWS – Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BkkbN) Kalimantan Barat, Kusmana mengakui jika persoalan pernikahan di usia muda, khususnya di Kalbar masih banyak terjadi.

“Makanya pendekatan terhadap seluruh generasi muda menjadi salah satu tugas penting bagi BkkbN termasuk Pemerintah Kota Singkawang membentuk remaja berkualitas bagi masa yang akan datang,” ungkapnya saat acara Advokasi KIE Kesehatan dan Reproduksi Remaja di Hotel Taman Sari, belum lama ini.

Menurut Uung, panggilan akrab Kusmana, tanpa filter yang baik maka remaja termasuk generasi penerus akan terpengaruh terutama terhadap tekhnologi canggih saat ini.

Baca juga   Masyarakat Pontianak Berebut Beli Bawang Putih Rp 30 Ribu Per Kilo

“Sehingga melalui tekhnologi seperti smartphone, kehamilan tak diinginkan terjadi termasuklah persoalan narkoba yang hingga kini menjadi persoalan besar yang harus kita tangani bersama,” paparnya.

BkkbN, melalui pemerintah setempat dan pihak terkait selalu mengingatkan kepada masyarakat untuk menghindari menikah diusia muda, menghindari seks bebas dan menghindari narkoba.

“Jangan terpengaruh hingga lingkup remaja dan harus waspada,” tuturnya.

Ia menambahkan BkkbN bersama Dinas Kesehatan dan Pemerintah Kota Pontianak bersama sama dan terus berjuang membentuk remaja berkualitas agar mendapatkan negara yang berkualitas yang dapat bersaing dengan negara-negara maju dimasa yang akan datang.

Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie melalui Sekda Pemkot Singkawang, Syaiful menjelaskan bahwa Kota Singkawang memiliki predikat kota toleran di Indonesia sehingga wajib bagi seluruh masyarakat termasuk remaja Kota Singkawang menjaga predikat tersebut.

Baca juga   Menpora: Gak Ngopi, Kurang Piknik

“Untuk itu Pemkot Singkawang sangat mendukung upaya BkkbN dalam meningkatkan kualitas remaja dengan menghindari nikah muda, menghindari seks bebas dan jangan sampai mengenal narkoba,” jelasnya.

Iapun mengatakan remaja Kota Singkawang harus memperluas akses informasi terkait kesehatan reproduksi agar mengetahui dan sadar pentingnya mempelajari kesehatan sejak awal.

“Dengan mempelajari kesehatan reproduksi sejak dini maka para remaja akan terhindar dari seks bebas dan menjauhi segala hal yang merugikan,” pungkasnya. (dpw)