Sambas dan Kapuas Hulu belum bentuk BPBD

 

GENCIL.NEWS –  Beberapa hari terakhir, kawasan Kalimantan Barat digenangi hujan deras yang mengakibatkan banjir dibeberapa kawasan 14 Kabupaten/Kota.

Pemerintah sendiri mengakui meski banjir terjadi dibeberapa titik, namun belum ada laporan yang mengancam beberapa kawasan akan keadaan siaga banjir.

Meski mengaku siap akan bantuan bencana, terdapat dua kabupaten di yang belum membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), yakni Kabupaten Sambas dan Kabupaten Kapuas hulu.

Kepala BPBD Kalbar, T.T.A Nyarong meminta kepada Bupati/Walikota yang wilayahnya terkena tergenang banjir untuk segera menetapkan status tanggap darurat.

“Kalau tidak ada BPBD dan sudah terjadi pengungsian seperti yang terjadi di Sambas dan Kapuas Hulu  kita akan intervensi dari provinsi. Kapuas hulu dan Sambas itu tidak bisa ngirim status karena tidak ada BPBD,” ujar Nyarong kepada Gencil.News  Senin (15/1/2018).

Menurutnya akibat ketiadaan BPBD, maka BPBD Provinsi yang akan membuat status untuk dua daerah itu. Karena menurutnya status bencana tidak bisa sembarang dibuat.

“Terendam itu kenyataan bencananya tapi pemerintahnya kan tidak buat BPBD bupati dan DPRD nya harusnya jangan berpikir ketika terendam sekarang. Bentuk BPBD itu sudah diatur oleh undang-undang penanggulangan bencana tahun 2007,” tegasnya.

Ia menerangkan dibutuhkan paling lama  satu tahun pemerintah provinsi membentuk BPBD kabupaten/kota se-Indonesia. Sehinga Ia menyarankan  e kepada bupati/walikota untuk mengerahkan kemampuan yang ada seperti menjalin kerjasama  dengan dinas-dinas terkait dan dengan dana  yang sudah ada.

“Jadi bupati dan walikota yang tidak ada BPBD nya dianggap memaklumi, dalam artian tidak apa tidak ada BPBD jika ada bencana alam bisa ditanggulangi oleh Bupati/walikota,” tuturnya.

Sesuai prakiraan BMKG bahwa curah hujan di Kalbar akan meningkat pada akhir Januari. Untuk itu, Nyarong mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kalbar agar berhati-hati menghadapi cuaca ekstrem saat ini.

“Hati-hati jangan anak kecil suruh main ke sungai, waspada mandirilah intinya,” pungkasnya.