Sekda Minta Siswa Di Berikan Pelajaran Sesuai Yang Di Butuhkan Saat Ini

Sekda Minta Siswa Di Berikan Pelajaran Sesuai Yang Di Butuhkan Saat Ini

GENCIL.NEWS, PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalbar memberikan dukungan kepada anak – anak dalam perkembangan dunia teknologi saat ini.

“Salah satu dukungannya adalah memastikan bahwa apa yang mereka pelajari saat ini adalah apa yang memang mereka butuhkan untuk menjawab tantangan jamannya,”kata Sekda Kalbar M. Zeet Hamdy Assovie saat menyampaikan sambutannya pada acara Wisuda Lulusan SMK-SMTI Pontianak Angkatan 47 dan Program D1 Kimia Analis Angkatan Ke-4 Tahun Akademik 2016/2017, di Hotel Kapuas Palace, Kamis (30/11).

Lebih jauh Sekda menjelaskan bahwa pembelajaran abad 21 merupakan suatu keharusan yang dalam upaya kita mempersiapkan generasi 21.

“Dimana kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang berkembang begitu cepat memiliki pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan termasuk pada proses belajar mengajar, Seperti diberlakukannya Ujian Nasional Berbasis Komputer bagi peserta didik jenjang pendidikan SMA/SMK/MA maupun SMP/MTs,”ujarnya

Selain itu menurut Sekda sistem pembelajaran abad 21 merupakan suatu peralihan pembelajaran dimana kurikulum yang dikembangkan saat ini menuntut sekolah untuk merubah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada pendidik (teacher-centered learning) menjadi pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (Student-Centered Learning).

“Hal ini sesuai dengan tuntutan dunia masa depan dimana peserta didik harus memiliki kecakapan berfikir dan belajar, diantaranya adalah kecakapan memecahkan masalah, berfikir kritis, kolaborasi, dan kecakapan berkomunikasi,”tutunya

Dalam kesempatan itu Sekda mengajak seluruh guru khususnya yang mendidik dan mengajar di SMK-SMTI Pontianak yang merupakan sekolah binaan dari Kementerian Perindustrian RI untuk dapat memberikan dukungan penuh terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kalbar.

“Dengan mengembangkan pendidikan karakter dalam setiap proses pembelajaran, disamping peningkatan mutu vokasi dan kreativitas peserta didik, karena pendidikan karakter bukanlah hanya sekedar wacana akan tetapi realitas implementasinya,”pungkasnya