Seminar Ekonomi Badko HMI Kalbar, Pengamat Ekonomi Syariah Minta Kedepankan Nilai Universal

Seminar Ekonomi Badko HMI Kalbar, Pengamat Ekonomi Syariah Minta Kedepankan Nilai Universal

GENCIL.NEWS, PONTIANAK – Pengamat ekonomi syariah, Rasiam mengatakan perspektif abal – abal bisa membuat Indonesia semakin terpuruk. Artinya perlu kapasitas dalam melihat dan menilai sesuatu agar perspektif itu berkualitas.

“Yang paling penting dalam menilai adalah nilai universal yaitu kejujuran, kebenaran, keadilan, tanggung jawab, dan kerja keras. Akan tetapi bahayanya ketika mereka masuk ke ranah kepentingan nilai universal itu hilang,”jelas dosen IAIN Pontianak tersebut saat menjadi salah satu pemateri seminar ekonomi yang di laksanakan oleh Badko HMI Kalbar dengan tema membangun perspektif objektif kebijakan ekonomi Jokowi – JK bertempat di aula Balai Bahasa, Kamis (23/11)

Dirinya menuturkan pada pemerintahan Jokowi-JK memiliki 15 paket kebijakan ekonomi untuk Indonesia. Hanya saja ia menyayangkan salah satu masalah yang selalu kita hadapi adalah di bidang expor dan impor.

“Di Indonesia tidak ada pengolah bahan – bahan mentah, saya pernah survei ke suatu daerah, mereka expor barang mentah ke Malaysia dan ketika udah jadi hasilnya di impor lagi ke Indonesia dan ternyata nilai ekonomisnya lebih tinggi dari sebelumnya, sehingga itu yang kita prihatinkan karena masyarakat jual dengan harga murah tetapi nanti kembali ke negara kita malah harganya mahal,”pungkasnya

Selanjutnya ia juga berpendapat untuk mengembangkan perekonomian negara salah satu upayanya adalah dengan mengelola lahan – lahan kosong dengan konsep syariah atau model bagi hasil sehingga tidak ada lahan kosong yang di biarkan

“Jadi ketika ada lahan kosong milik orang yang kategori mampu di perbolehkan untuk yang kurang mampu mengelola lahan tersebut, yang penting lahannya di bersihkan di rawat dari pada di biarkan kosong, tetapi dengan prinsip bagi hasil sehingga perekonomian masyarakat yang kurang mampu dapat terbantu,”ujarnya

Ia menilai Salah satu faktor masih lemahnya perekonomian Indonesia adalah dari kemapanan ekonomi Indonesia masih lemah, tidak stabilnya politik dalam negeri, gaya hidup konsumtif yang terlalu tinggi dari pada produktifnya.