Seribu Guru Honorer Sambas Tuntut Pengangkatan

GENCILNEWS Menindaklanjuti tanggapan Bupati Kabupaten Sambas terkait SK untuk honorer non kategori, hampir seribu guru honorer yang tergabung dalam Forum Guru Honorer Non Kategori (Forgonri) Kabupaten Sambas menggelar aksi di Depan Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Rabu (14/3/2018).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Barat, H Suriansyah  mengaku sangat berempati akan hal itu.

“Sangat memprihatinkan, banyak sekali sekolah di Kabupaten Sambas yang mengandalkan guru honorer tetapi sampai saat ini tidak ada pengangkatan,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (14/3/2018)

Saat melaksanakan resespun diakui Legislator Gerindra Dapil Kabupaten Sambas inipun mengaku bahwa kesulitan guru honor selalu disampaikan diseluruh tingkatan SD sampai SMA kepadanya.

“Saya mengingatkan seharusnya meratorium pengangkatan PNS tidak disamakan karena keperluan guru sangat tinggi,” tegasnya.

Contohnya, pada SMA Jawai Selatan yang hanya memiliki 9 guru tetap, sementara lainnya 20 guru honorer.

“Itupun sebenarnya kurang, terhadap guru tersebut yang tidak ada pengangkatan sehingga tidak bisa digaji. Kalaupun digaji juga sangat kecil gajinya,” tuturnya.

Suriansyah lantas meminta agar pemerintah daerah terutama pemerintah Republik Indonesia (RI) segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

“Kalau tidak guru akan melaksanakan demo dan kami dukung itu. Kalau perlu demo ke tingkat Provinsi ataupun Pusat. Silahkan demo,” katanya lagi.

Menurutnya dukungan demo didukung karena dianggap sudah menyangkut hak hidup demi guru yang berperan penting bagi pendidikan terutama perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah.

“Sangat memprihatinkan bagi kabupaten sambas khususnya dan Kalimantan Barat-Indonesia,” sesalnya.

Ia menambahkan dari pihak komisi V DPRD Provinsi Kalbar akan memanggil Dinas Pendidikan untuk segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar ditindaklanjuti.

“Segera akan kami tindaklanjuti,” pungkasnya. (dpw)