Tak Ingin Ada OTT, Wagub Kalbar Minta ASN Di Pemprov Kelola Keuangan Sesuai Aturan

Tak Ingin Ada OTT, Wagub Kalbar Minta ASN Di Pemprov Kelola Keuangan Sesuai Aturan

GENCIL.NEWS, PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya menginginkan tidak ada Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kalbar.

Ia selalu menyampaikan kepada seluruh ASN dibawah jajaran Pemprov Kalbar untuk mengelola keuangan sesuai dengan aturan.

“Kita ingin pencegahan itu jauh lebih baik. Kita juga bersyukur, hampir seluruh Kabupaten dan Kota di Kalbar sudah mendapat WTP. Bahkan ada beberapa yang sudah WTP lebih dari sekali,” ungkap Christiandy disela-sela kegiatan Diseminasi Penyelenggaraan Daerah Bagi Pimpinan Daerah Kabupaten/Kota se-kalimantan Barat Tahun 2017, di hotel Mercure, Kamis (16/11).

Orang nomor dua di Kalbar ini mengakui, selama masa jabatannya tidak ada pelanggaran yang besar di Kalbar seperti persoalan harga baju hansip yang sudah selesai.

Kemudian persoalan dana BOS di Sanggau beberapa waktu lalu juga sudah selesai. “Mengenai dana BOS ini, Pak Gubernur sampai menyurati Kemendagri karena juklaknya bisa membuat kita semua salah. Jadi memang ada juga kejadian akibat pentunjuk pelaksananya yang tidak jelas,” tuturnya.

Dikatakan dia, saat ini yang menjadi pengawasan utama Pemprov yakni tentang dana desa. Karena jumlahnya yang sangat besar. Untuk itu perlu penguatan terhadap aparat desa.

“Disinilah tugas para Wakil Bupati untuk mengawasi serta membantu aparat desa jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Makanya harus terus di kawal,” jelas Wagub.

Selanjutnya, ia menginginkan pinggiran desa di Kalbar terus terbangun, hal tersebut akan membuat perubahan besar terhadap bangsa.

Sesuai dengan informasi bahwa dana desa di tahun 2018 ini lebih difokuskan kepada pemberdayaan.

Ia berharap  di Kalbar ini juga dapat memunculkan produk khas daerah, bukan hanya diterima di Provinsi tapi juga nasional bahkan bisa ekspor ke negara luar.

“Kita bisa bayangkan banyak desa yang maju dan memiliki UMKM yang kuat. Itu harus disertai dengan kerja keras kita semua,” ucapnya.

Didalam kegiatan ini pun juga memberikan pembinaan untuk  Aparatur Sipil  Negara (ASN) untuk meningkatkan skill dibidang teknologi yang terus mengalami perubahan besar.

“ASN juga harus tanggap dengan perubahan teknologi dan harus dibekali supaya mereka juga bisa menggunakan dengan baik,” pungkasnya