GENCILNEWS – Seleksi penerimaan anggota Panwaslu Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat saat ini sedang melewati proses serta tahapan seleksi.

Beberapa mekanisme telah dilalui seluruh peserta meski beberapa dugaan permainan yang syarat kepentingan mulai terdengar.

Dimulai dari kepentingan politik penguasa hingga kepentingan pragmatis Ormas/OKP, bahkan disinyalir di Zona I ada yang lolos hingga 10 besar padahal dikabarkan ada yang tidak mengikuti tes fisik kesehatan dibantah oleh salah satu anggota Tim Seleksi Calon Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota Masa Jabatan 2018-2023 Kalbar, Andi Fachrizal.

“Di timsel zona 1 ada saya. Saya tak punya OKP, juga bukan orang parpol. Semua peserta yang lolos 10 besar itu sudah mengikuti seluruh tahapan,” ungkapnya kepada Gencil.news di Pontianak, Selasa (7/8/2018)

Menurutnya mekanisme penerimaan Bawaslu sendiri dimana Timsel memulai dengan cara membuka pendaftaran serta mengumumkan lewat website bawaslu dan media.

“Dasarnya SK Bawaslu RI tentunya yang menunjuk 10 orang timsel yang dibagi menjadi dua zona,” jelas Daeng, sapaan akrabnya.

Zona tersebut, dijelaskannya bahwa Timsel 1 wilayahnya ada di Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya, Kota Pontianak, Mempawah, Singkawang, dan Sambas. Sementara Timsel 2 meliputi Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu.

“Usai pendaftaran ada seleksi administrasi, melihat kelengkapan persyaratan peserta pendaftaran. Jika tidak lengkap, berarti tidak memenuhi syarat dan gugur,” tegasnya.

Baca juga   Gustiar Terpilih Sebagai Ketua Bawaslu Kubu Raya

Terhadap peserta yang lolos tahap pemberkasan, Daeng Rizal kembali menjelaskan bahwa seluruh peserta harus mengikuti Computer Assisted Test (CAT) dan Psikotest. Kedua tahapan ini secara teknis dilakukan oleh Bawaslu RI dan Mabes Polri.

“Timsel hanya bertugas memastikan tahapan itu berjalan sesuai prosedur,” tuturnya.

Peserta yang lolos CAT dan Psikotest kemudian maju ke tahap selanjutnya dengan mengikuti tes kesehatan dan wawancara. Tes kesehatan dilakukan oleh Biddokkes Polda Kalbar. Sedangkan wawancara oleh Timsel.

“Hasilnya terpilihlah peserta sebanyak 2 kali kebutuhan masing-masing kabupaten/kota. Misalnya, kota Pontianak yang jumlah komisioner yang dibutuhkan ada 5, maka yang diseleksi sebanyak 10 orang. Bawaslu RI lah yang menentukan kelak, siapa komisioner yang berhak duduk di kursi bawaslu kabupaten/kota,” paparnya.

Pria yang merupakan jurnalis senior di Kalbar ini berharap jika beberapa pihak merasa tidak puas dengan keputusan Timsel maka dapat menghubungi pihak lain dalam proses seleksi yang telah dilewati.

“Kalau disebut ini tidak fair, sarat kepentingan OKP dan parpol, bisa dilihat tahapannya yang melibatkan pihak lain dalam proses seleksi,” tuturnya.

Sementara Ketua Komisi I DPRD Kalbar, H Subhan Nur mengakui jika proses seleksi penerimaan anggota Bawaslu harus sesuai peraturan yang berlaku dan jangan sampai menimbulkan aspek pidana saat penerimaan pengawas pemilu tersebut.

Baca juga   Bawaslu Bakal Bubarkan Paslon Kampanye Ditempat Terlarang

“Aturan sudah jelas jangan sampai UU yang dibuat lantas dilanggar, dan jangan sampai pula Banwaslu bermain juga sehingga menimbulkan tindak pidana,” kata Subhan saat dihubungi.

Subhan mencontohkan saat Pilkada 27 Juni 2018 lalu yang telah berlangsung dengan sukses dimana melibatkan banyak anggota Bawaslu dengan harapan Indonesia dapat melewatkan pesta demokrasi yang berkualitas sehingga kinerja Bawaslu dinilai sangat penting dalam menjalankan proses Pilkada yang demokratis.

“Kita juga minta jika terjadi pelanggaran maka harus ditindak tegas dan kepada masyarakat agar dapat melaporkan kepada kami karena proses penerimaan ini akan kami kawal terus,” urainya.

Ia menambahkan jika terdapat laporan terkait penerimaan anggota Bawaslu ini oleh masyarakat dan telah melakukan proses pelaporan kepada pihak Kepolisian maka DPRD Kalbar melalui Komisi I akan memanggil pihak Bawaslu dan Timsel sehingga hal ini tidak menjadi polemik berkepanjangan.

“Tentu jika memang telah ada laporan dari masyarakat akan kita panggil semua pihak. Akan terus kami kawal sehingga kepercayaan masyarakat kepada Bawaslu dan Timsel akan terus terjaga,” pungkasnya.(dpw)

Portal Berita Online Harian Menyajikan Informasi Kalimantan Barat, Nasional,Internasional, Bisnis,Teknologi, Traveling,Budaya, Gaya hidup,Kesehatan, Kuliner, olahraga, Film, Musik, dibangun melalui inovasi dan teknologi terkini.