GENCILNEWS – Hasil kajian internal mengungkapkan, produsen mobil Jepang Nissan memalsukan data emisi dan laporan penghematan bahan bakar untuk kendaraan yang diproduksi dan dijual di Jepang, demikian pernyataan yang dirilis perusahaan itu hari Senin (9/7).

Produsen mobil itu mengatakan data itu diubah untuk memenuhi standar internal perusahaan yang lebih ketat.

Semua mobil kecuali model Nissan GT-R, mobil sport, masih memenuhi standar mobil Jepang, ujar perusahaan itu.

Tahun lalu, laporan yang menyebutkan bahwa teknisi tidak bersertifikat di beberapa pabrik telah melakukan pemeriksaan akhir, memaksa perusahaan itu menarik lebih dari satu juta kendaraan.

Menurut Nissan, dalam hal ini tidak perlu ada penarikan karena pemalsuan data itu tidak memengaruhi keselamatan mobil-mobil. Perusahaan itu mengatakan “penyelidikan menyeluruh dan komprehensif tentang fakta-fakta, termasuk penyebab dan latar belakang pelanggaran, sedang dilakukan.”

Baca juga   Pertamina Naikan Harga Pertalite Hari Ini

Ini bukan pertama kali dalam beberapa tahun terakhir perusahaan-perusahaan mobil mendapat kecaman atas laporan palsu. Dua tahun lalu, Mitsubishi dan Suzuki juga mengakui membesar-besarkan data penghematan bahan bakar. Tahun lalu, seorang hakim Amerika mendenda produsen mobil Jerman, Volkswagen, 2,8 miliar dolar karena mengelabui uji emisi pemerintah.[ka/jm]

Portal Berita Online Harian Menyajikan Informasi Kalimantan Barat, Nasional,Internasional, Bisnis,Teknologi, Traveling,Budaya, Gaya hidup,Kesehatan, Kuliner, olahraga, Film, Musik, dibangun melalui inovasi dan teknologi terkini.