Restu dari Orangtua

Restu dari Orangtua

GENCIL NEWS – Untuk menjadi pebisnis sukses seringkali kita disarankan belajar kepada orang yang sudah sukses duluan – jadikan sang pebisnis sukses itu sebagai mentor. Mempunyai mentor bisnis tentu menyenangkan bagi sebagian orang tapi masalahnya tidak semua orang bisa menemukannya.

Terkadang, sudah menemukan pun kita dibuatnya minder berdekatan dengan sang pebisnis sukses tersebut. Lebih parah lagi jika sang pebisnis sukses itu tidak membuka diri, tambah canggung deh.

Nah, jika Anda belum bisa menemukan sang mentor bisnis, tidak salahnya mengikuti saran-saran yang saya paparkan berikut ini:

Tantanglah diri Anda. Sebenarnya motivator terbesar Anda adalah diri Anda sendiri. Anda sendirilah yang bisa membuat keputusan – apakah bisnis ini akan sukses atau tidak. Kehidupan ini sendiri juga guru terbaik, Anda bisa belajar dari kehidupan lebih banyak lagi setiap harinya. Saya menyebutnya the biggest motivation is in you.

Lakukan dengan keyakinan. Memulai atau menjalankan bisnis harus dengan keyakinan penuh. Yakin bahwa Anda bisa menjalankanya, yakin bahwa bisnis yang Anda jalani sudah sesuai hitungan dan ukuran dan tentu rasional. Karena tidak semua orang punya keyakinan, hanya sebatas keinginan kuat, saat ditantang dia tidak berani. Belum yakin, katanya.

Berani ambil resiko. Anda memang tidak akan pernah tahu, apa yang akan dihasilkan kelak dari usaha Anda tapi paling tidak Anda sudah merealisasikanya. Lebih baik menyesal karena Anda sudah melakukannya daripada Anda menyesal tapi tidak pernah berbuat apa-apa. Resiko selalu ada dalam bisnis namun seorang pebisnis adalah mereka yang berani ambil resiko dan meminimalisir resiko. Percayalah tidak ada usaha yang sia-sia, selama usaha itu sudah sesuai dengan hitungan dan keyakinan Anda.

Temukan partner yang sesuai. Ada pepatah ‘Anda adalah cerminan teman Anda’. Benar dalam bisnis pun demikian, jika Anda salah milih partner maka kegagalan dalam bisnis saya pastikan akan gagal. Pilihlah partner bisnis yang sesuai dengan visi Anda, partner yang dapat membantu merealisasikan ide besar Anda. Saya lebih suka menyebutnya partner yang loyalis dan militan.

Take Action. Karena tidak ada kesuksesan yang datang tiba-tiba. Anda harus segera melakukan action. Realisasikan sesegera mungkin, jangan terlalu banyak berfikir. Tahu kah Anda, sukses itu datang melalui action yang Anda lakukan bukan dari mimpi Anda. Bermimpi itu kan harus tidur, jika ingin sukses maka bangunlah dari tidur Anda. Pebisnis sukses lebih banyak action daripada bicara. No talk, Action Only!

Bangunlah tim yang solid. Sukses yang didapatkan bukan karena diri Anda sendiri namun ada tim yang solid di belakang Anda. Beruntunglah Anda jika sudah mempunyai tim yang solid. Tim yang setiap anggotanya berpacu untuk saling meraih kesuksesan. Anda hanya perlu merektut mereka, menjadikan mereka solid lalu mengarahkan mereka ke jalan tujuan bisnis Anda. Kebersamaan lebih cepat menyelesaikan masalah dan meraih keberhasilan ketimbang seorang diri.

Restu dari Orangtua. Saya meyakini doa dari orangtua – salah satunya dari ibunda – dapat memperlancar dan mempercepat kesuksesan bisnis Anda. Tidak perlu minta doa dari mereka, Anda hanya perlu membuat mereka bahagia maka secara tidak langsung mereka akan mendoakan Anda setiap saat. Kebahagian mereka itulah yang saya sebut restu orangtua. Restu orang tua tersebutlah adalah doa paling manjur untuk mencapai sukses Anda.

Dalam setiap bisnis baru bahkan ketika sedang menjalankan bisnis tersebut, saya sendiri lebih sering meminta restu kedua orangtua. Karena doa merekalah Anda bisa sukses. Disebabkan restu merekalah Anda bisa menjalankan bisnis ini dengan lancar. Jadi sebenarnya mentor bisnis terbaik selain diri Anda sendiri adalah orang tua Anda, doa dan restu mereka. Tetaplah buat mereka bahagia, tetaplah buat mereka terus mendoakan Anda. Alhamdulillah, aamiin.

Penulis: Andi Nova Suzanar

………………..

Artikel ini telah dimuat dan diterbitkan di Majalah Kawasan, PONTIANAKINFO edisi Agustus 2017. Ditulis seperti naskah aslinya tidak ada penambahan maupun pengurangan.