Tak Kenal maka Tak Sayang, Yuk Kenalan dengan Tari Jepin Pontianak

Tak lama lagi kita akan menyambut hari kelahiran Kota Pontianak kita tercinta. Berbagai rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan ulang tahun yang ke 247 ini pun mulai digelar. Sebut saja Pontianak Ekonomi Kreatif Expo, Festival Kuliner, dan Khataman Massal.

Perayaan HUT kota Pontianak selalu kental dengan nuansa dari adat Melayu nya.

Kita dapat senantiasa menemukan tradisi melayu kalbar yang diselenggarakan secara besar-besaran seperti Saprahan, maupun Tari Jepin.

Masih membekas dikepala kita tentang bagaimana semaraknya pelaksanaan Tari Jepin Massal tahun lalu.

Peserta dari berbagai kalangan mulai dari masyarakat umum, pelajar, hingga aparatur sipil negara pun dengan antusias mengikuti kegiatan yang baru pertama kalinya dilaksanakan tersebut.

Sehingga tak tanggung-tanggung, terhitung terdapat lebih dari 2000 peserta dalam kegiatan tersebut.

Pemerintah pun kabarnya hendak menjadikan penyelenggaraan tari Jepin massal ini sebagai agenda tahunan dan dijadikan dalam skala yang lebih besar lagi.

Baca juga   Pekan Inovasi Daerah, Midji Harap Pontianak Jadi Contoh

Tari Jepin sendiri adalah aset budaya yang memiliki nilai sejarah panjang. Tarian yang dilakukan dengan balutan busana khas melayu ini adalah kesenian yang menjadi media dakwah penyebaran agama Islam pada awal abad  ke-13.

Tarian ini bermula di lingkungan Masyarakat Melayu Riau dengan nama Zapin. Kemudian berkembang di beberapa daerah termasuk di Kalimantan barat yang kini biasa kita kenal dengan nama Jepin.

Tarian yang diadaptasi dari kesenian melayu, agama islam, dan budaya local ini mengandalkan gerakan kaki dan tangan dalam tariannya. Dua kaki penari bergerak maju mundur, hingga gerakan memutar yang dilakukan berulang.

Awalnya tarian ini hanya dilakukan oleh laki-laki saja. Namun seiiring waktu tarian ini juga dilakukan oleh perempuan.

Baca juga   Erma Suryani Ranik: Kami Tidak Mau Lagi Wagub, Kami Mau Gubernur

Tak lupa, alat musik Gambus, Perkusi dan Marawis menjadi pengiring tarian sederhana nan indah ini.

Sampai saat ini tarian Jepin sudah berkembang dan memiliki banyak kreasi seperti  tari Jepin melayu, jepin lembut, jepin kipas dan jepin tali bui.

Kendati sudah berkembang menjadi banyak jenis, berbagai kreasi tersebut tidak meninggalkan pakem aslinya.

Tari Jepin sendiri erat pula kaitannya dengan kesehatan. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Handanu Widoyono seperti yang dilansir dari Pontianak.tribunnews.com, Tari Jepin bisa saja digunakan untuk menggantikan senam-senam yang selama ini sudah ada, termasuk senam aerobik.

“Jadi Tari Jepin ini sudah memenuhi persyaratan untuk memenuhi gerakan,” ungkap Handanu Widoyono. (amr)

Penulis Yang Suka Musik, Kuliner dan Nonton film