Unik, TPS 05 Prailiu NTT jadi Ajang Promosi Kain Sumba

GENCILNEWS – Sebanyak 171 daerah yang terdiri dari 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten menyelenggarakan Pilkada serentak tanggal 27 juni 2018.

Tempat pemungutan suara atau TPS adalah tempat pemilih memberi suara dan mengisi surat suara mereka dalam pemilihan umum. Untuk membuat daya tarik masyarakat agar dapat datang ke TPS, dan menggunakan hak pilihnya. Di sejumlah daerah, TPS dibangun dengan design yang unik.

Seperti halnya yang terjadi di di TPS 05, kelurahan Prailiu (kaburu ) Kecamatan Kambera Sumba Timur, di dalam TPS terlihat berbagai motif kain Sumba.

 

TPS 05, Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur – NTT Pemilik foto : Heinrich Dengi

 

 

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara KPPS TPS 05 Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera Sumba Timur Agustinus Katonga Retang mengatakan tidak merencakanan untuk TPS dengan kain Sumba sebagai latar belakangnya.

“Jadi setiap warga yang memberikan suara dalam pemilihan Gubernur NTT 2018, tidak hanya melihat kertas suara dan mencoblos, juga dapat melihat keindahan kain tenun Sumba.” ujar Agustinus

 

Pemilik foto : Heinrich Dengi

Gencilnews menanyakan berapa harga kain sumba yang terpasang di TPS ini. Dan harganya membuat kami terkaget-kaget.

Harga seluruh kain khas sumba yang terpasang sebagai di TPS ini mencapai ratusan juta rupiah, Fantastis bukan.

Pemilik foto : Heinrich Dengi

Setelah memilih, masyarakat lansung berswa-foto di lokasi TPS, Agustinus Katonga Retang sebagai ketua KPPS mempersilahkan.

“Untuk yang mau foto-foto di sini silhakan, selama kami masih ada di TPS 05 mari silahkan datang foto, masih ada waktu, rencannya setelah selesai penghitungan suara sore ini baru latar belakang kain sumba diturunkan dari latar belakang TPS 05.

Pemilik foto : Heinrich Dengi

 

Kain tradisional Sumba dibuat dari benang-benang kapas yang ditenun oleh tangan para gadis dan ibu-ibu di sana. Melalui pengerjaan yang sabar dan penuh cinta, helai demi helai benang itu diberi ruh dan menjadi kain tenun indah. Hasil penjualannya kemudian dipakai untuk menghidupi keluarga.

pembuatan kain bisa makan waktu 6 bulan hingga 3 tahun. Selain menenun dan membuat motif, ada tahapan dimana kain harus diangin-anginkan selama sebulan sebelum dicelup dalam minyak kemiri. Ada juga tahapan yang menguji kesabaran seperti menyimpannya dalam keranjang tertutup untuk mematangkan warnanya.

Kain-kain tenun Sumba juga dibuat dalam warna dan motif beragam. Masing-masing motif memiliki arti khusus. Motif kuda misalnya, menggambarkan kepahlawanan, keagungan, dan kebangsawanan karena kuda adalah simbol harga diri bagi masyarakat Sumba.
Pemilik foto : Heinrich Dengi
Sedangkan motif buaya atau naga menggambarkan kekuatan dan kekuasaan raja, motif ayam melambangkan kehidupan wanita dan motif burung, umumnya kakatua, melambangkan persatuan. Selain itu, pada kain-kain yang kuno dijumpai pula motif mahang atau singa, rusa, udang, kura-kura, dan hewan lain.(gns)
Terima kasih untuk Heinrich Dengi
Direktur Utama Radio Max Fm, Sumba Timur – Nusa Tenggara Timur – NTT
Untuk keterangan, foto, dan informasinya