Berburu Oleh Oleh Cinderamata Khas Kalimantan

Berburu Oleh Oleh Cinderamata Khas Kalimantan

Berburu oleh oleh cinderamata khas kalimantan –  Anda punya rencana berkunjung ke Pontianak? Atau mungkin libur lebaran nanti Anda belum mempunyai rencana mau berlibur ke mana? Bagi Anda yang belum atau tidak mempunyai agenda pulang kampung libur lebaran sebentar lagi bisa dimanfaatkan untuk pergi berlibur melepas kepenatan kerja dan rutinitas sehari hari.

Aktivitas sehari hari yang lumayan padat membuat badan kita lelah. Libur panjang adalah salah satu cara kita mengistirahatkan segala rutinitas yang kita lalui tiap hari. Rasa capek dan jenuh adalah hal yang sangat manusiawi. Tubuh juga punya hak untuk jeda sesaat. Saatnya merencanakan liburan menyegarkan kembali badan, otak, dan hati kita. Saatnya merencanakan agenda liburan yang menyenangkan.

Pontianak merupakan salah satu destinasi wisata yang patut dipertimbangkan. Bisa ditempuh sekitar satu jam dengan pesawat meminimalkan kita mengurangi rasa stres akibat kemacetan yang biasa terjadi di keseharian kita. Kota khatulistiwa yang dilewati garis khatulistiwa adalah destinasi wisata yang pantas dipertimbangkan. Berbagai tujuan wisata di Pontianak mampu membuat Pontianak tempat yang menarik untuk dikunjungi. Ada wisata sungai kapuas yang menyajikan pemandangan tepi sungai khas kehidupan masyarakat Kalimantan. Ada pantai pasir panjang yang sangat indah dengan pasir putihnya yang lembut. Ada tempat- tempat sejarah seperti rumah adat bentang, rumah adat Radakng yang merupakan rumah adat khas suku Dayak Kalimantan. Dan banyak pertunjukan- pertunjukan budaya yang mencerminkan keanekaragaman suku di Kota Pontianak.

Dan saat kita sudah memutuskan berlibur ke kota Pontianak. Adalah menjadi hal yang tidak boleh dilewatkan adalah oleh-oleh sebagai buah tangan dan kenang- kenangan kita pernah berkunjung ke Pontianak. Kira- kira kerajinan tangan apakah yang menarik untuk dijadikan oleh- oleh khas kota Pontianak?

Dengan latar belakang suku budaya yang ada di Pontianak. Ini berpengaruh juga terhadap hasil kerajinan tangan khas Pontianak. Berikut adalah beberapa kerajinan khas Pontianak yang layak dipertimbangkan sebagai buah tangan dan kenang-kenangan bahwa kita pernah berkunjung ke Pontianak.

tas anjat khas kalimantan
tas anjat (foto kemdikbud)
  1. Anjat adalah tas punggung khas suku Dayak Kenyah bakung. Terbuat dari rotan yang dibelah belah dengan bentuk yang sangat khas menyerupai tabung. Untuk masyarakat Dayak sendiri. Bagi kaum prianya tas anjat berfungsi untuk membawa perbekalan saat berburu di hutan. Sedangkan untuk kaum wanitanya, tas anjat berfungsi untuk membawa baju dan makanan bila bepergian ke kebun.
    Yang membuat Tas Anjat ini makin unik adalah cara pembuatannya yang tidak mudah selain itu bahan baku rotan yang sudah mulai langka dan susah dicari. Tas anjat dibuat pertama- tama rotan dibelah belah dan dihaluskan kemudian dibuat bentuk anjat yaitu bentuk menyerupai tabung dengan panjang 70 cm dan diameter sekitar 150 cm. Baru kemudian dianyam dengan cara diputar dari arah kiri ke kanan. Baru diberi lapisan kain dan diperindah dengan manik- manik.
    Tas Anjat terbilang unik dan mempunyai nilai seni tinggi . Sayangnya mulai terpinggirkan dengan keberadaan tas yang lebih murah dan mudah didapat dengan proses pembuatan yang tidak rumit. Akan tetapi masih banyak masyarakat yang masih peduli terhadap kelestarian tas anjat dengan masih menyimpannya sebagai suatu koleksi seni. Jadi merupakan suatu yang wajar apabila tas anjat adalah menjadi salah cinderamata khas kota Pontianak. Jika Anda berkesempatan berkunjung ke kota Pontianak jangan lupa ya jadikan tas Anjat sebagai oleh-oleh yang mempunyai nilai seni tinggi.
  2. Anyaman lampit
    Cinderamata mata kedua yang menjadi salah satu ciri khas kota Pontianak adalah anyaman lampit. Anyaman lampit itu dibuat dari rotan yang sudah dihaluskan. Anyaman lampit mempunyai ciri khas tersendiri dibandingkan dengan anyaman lainnya. Yaitu anyaman yang sangat rapi dan kuat. Salah satu desa pengrajin anyaman lampit adalah masyarakat kampung taji atau lebih dikenal dengan dusun Sembadian , desa Terusan kecamatan Manis Matta .
    Pembuatan anyaman lampit memerlukan keahlian khusus. Didesa Terusan sendiri tinggal beberapa orang yang menguasai keahlian menganyam lampit. Proses pembuatan yang rumit dan memakan waktu lama, kira- kira satu minggu membuat sedikit generasi muda yang tertarik mendalami anyaman lampit. Padahal anyaman lampit mempunyai nilai seni yang tinggi.
    Anyaman lampit tidak hanya dalam bentuk lampit atau tikar. Bisa berupa topi, dompet, tas, keranjang, tempat nasi, tutup makanan. Harganya beragam untuk jenis tikar berkisar antara 500 ribu sampai satu juta tergantung ukuran. Kalau untuk topi atau dompet kecil berkisar antara 150 sampai dengan 200 ribu. Kalau mengingat proses pembuatan yang lama harga tersebut masih cukup murah untuk sebuah karya seni yang unik. Jadi jangan lupa ya jika berkunjung ke Pontianak jangan lupakan anyaman lampit sebagai cinderamata yang wajib untuk dibawa pulang.

    cinderamata mandau
    mandau (foto indoborneonatural)
  3. Mandau adalah cinderamata yang khas juga dari Kalimantan. Biasanya Mandau identik dengan suku Dayak. Tidak hanya karena cerita mengenai kehebatan Mandau ini yang identik dengan kekuatan magic akan tetapi bentuk fisik dari mandau itu sendiri yang sangat indah membuat daya tarik tersendiri. Mandau dibuat dengan sangat indah. Setiap ukiran yang ada dalam mandau itu mempunyai cerita tersendiri. Misalnya hiasan daun-daun pada bilah mandau mempunyai arti sendiri, yaitu bertujuan mengusir hewan-hewan buas.
    Mandau yang asli terbuat dari batu yang langka. Kalau mandau biasa , biasanya terbuat dari besi biasa. Sedangkan mandau asli terbuat dari batu mantikei. Adalah semacam batu yang lunak tapi keras dan banyak mengandung unsur besi.
    Untuk cinderamata kebanyakan mandau terbuat dari besi biasa tapi tetap dihiasi hiasan indah yang mampu membuat mandau terlihat cantik dan unik. Dan mandau adalah salah cinderamata khas Kalimantan yang banyak diburu para wisatawan. Jangan lewatkan kesempatan membelinya ya. Jika berkunjung ke Pontianak.
  4. Manik- Manik
    Cinderamata khas suku Dayak yang lainnya adalah manik- manik. Hampir di setiap kehidupan suku Dayak tidak akan jauh dari manik- manik. Mulai sebagai alat untuk berhias seperti gelang, kalung, anting bahkan baju adatpun tidak lepas dari hiasan manik- manik.
    Bagi suku Dayak manik- manik mempunyai nilai sakral sehingga dipakai sebagai sarana upacara adat. Pengobatan, bekal kematian bahkan sebagai sarana pertukaran mas kawin dalam sebuah pernikahan. Manik-manik juga bisa menjadi ukuran strata ekonomi pemiliknya. Manik- manik itu sendiri terbuat dari batu, tulang, biji bijian dan plastik aneka bentuk yang tengahnya dilubangi kemudian dirangkai dengan benang. Manik- manik banyak dijual di pusat- pusat toko cinderamata khas Kalimantan. Dan paling banyak diburu para pencari cinderamata karena keindahannya.

Diatas adalah sebagian uraian mengenai cinderamata khas Pontianak yang layak dijadikan oleh- oleh saat kita berkunjung ke Kalimantan. Jika kita ingin memberikan cinderamata kepada teman, sanak saudara ataupun relasi. Benda- benda diatas adalah benda yang sangat direkomendasikan untuk diberikan karena mempunyai nilai seni dan mengandung estetika yang indah. Jika Anda berkunjung ke Pontianak sangat rugi jika tidak membawa pulang salah satu cinderamata khas Pontianak tersebut . Silakan berburu cinderamata dan semoga tulisan ini mampu memberikan inspirasi memilih cinderamata yang pas saat kita berkunjung ke Pontianak.