Warung kopi atau warkop menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari budaya masyarakat Pontianak. Bagaimana tidak, dari ciri khas warkop pinggiran, kini menjadi bagian kaum urban perkotaan.

Warkop sudah naik level. Tidak lagi tempat ‘kumuh’ yang enggan orang untuk mampir. Tak lagi menjadi pilihan terakhir saat ingin berdiskusi serius. Yups, era warkop sebagai tempat nongkrong terpinggirkan sudah berakhir.

 

kopi asiang khas pontianak
kopi asiang

 

Warkop sudah membudaya, sudah menjadi kebiasaan masyarakat pecinta kopi untuk singgah sebelum beraktifitas di warung kopi. Dalam sejarahnya, kebiasanya ‘ngopi’ hanya dilakukan oleh masyarakat Tionghoa. Mereka berkumpul di warung kopi membahas semua aspek, bahkan remeh-temen sebelum bekerja.

Kebiasaannya ini merambah hingga tahun sekarang di semua kalangan. Jika dulu kebiasaan itu hanya digemari para kalangan tua, kini anak muda menjadi bagian dari suasana warkop kekinian. Jangan salah, warkop jaman now berbeda dengan jaman old.

Baca juga   DBD Renggut Nyawa Balita 4 Tahun
kopi aming
kopi aming pontianak

 

Berbeda konsep, desain, kualitas rasa dan pelayanan. Warkop era sekarang lebih menekankan kenyamanan pelanggan. Fasilitas internet, wifi hingga ruang duduk nyaman dengan tebaran kipas angin segala penjura pun tak ketinggalan.

Rasa yang terus dijaga bahkan tak segan beberapa pemilik kopi di Pontianak berpetualang sekedar mencari biji kopi berkualitas tinggi. Era 1940, kopi lokal terbaik adalah kopi milik Khi Hiang. Kopi legendaris dengan brend ‘Cap Obor” sangat terkenal dimasanya.

suasana kopi asiang
ramenya pengunjung kopi asiang

Baru tahun 1958, muncul citra rasa kopi yang tak kalah nikmatnya. Kopi Aming. Merambah bisnis warung kopi hingga saat ini. Tahun 1970, kopi Asiang pun turut meramaikan bisnis kopi lokal.

Bisnis kopi tak lagi dipandang sebelah mata, Kota Pontianak sudah menjelma menjadi sentra dengan sebaran 248  warkopnya. Bisnis warkop makin moncer. Diprediksi bisnis warkop dengan sajian kopi khasnya masih akan merajai.

Baca juga   Di Hadiri 34 Kontingen dari seluruh Provinsi, Pembukaan PESPARAWI XII berlangsung Meriah

Bisnis kopi akan tumbuh pesat di tengah masyarakat perkotaan yang aktif dan dinamis. Tak heran, pengusaha warkop lokal meraup untung manis. Ternyata keuntungan bisnis kopi, tak sepekat warnanya, tak sepahit rasanya.

kopi asiang

Warkop menjadi etalase Kota Pontianak. Pentasbihan Jalan Gajahmada sebagai coffee street menjadi bukti serius bahwa bisnis kopi mulai menampakkan tajinya. Budaya masyarakat yang mampu dikemas menjadi jualan menarik bagi bisnis kopi di Kota Pontianak.(wti)

Portal Berita Online Harian Menyajikan Informasi Kalimantan Barat, Nasional,Internasional, Bisnis,Teknologi, Traveling,Budaya, Gaya hidup,Kesehatan, Kuliner, olahraga, Film, Musik, dibangun melalui inovasi dan teknologi terkini.