‘Islamic Fashion Institute’ Ajarkan Bisnis Mode Islami

Sebuah sekolah mode Islam pertama di Indonesia tidak hanya mengajarkan para siswanya mendesain, menata gaya dan pemasaran, namun semuanya dilakukan sesuai syariah Islam.

Sekolah itu didirikan di tengah meningkatnya permintaan busana-busana Muslim. Sudah ada 140 siswa yang belajar di sekolah tersebut untuk membuat berbagai variasi hijab dan gaun-gaun panjang untuk konsumen perempuan dan kemeja serta gamis berbordir bagi para pria.

“Kami ingin siswa kami membuat desain-desain unik dan menjadi pemimpin dalam industri fesyen yang santun,” kata Deden Siswanto, pendiri Institute Islamic Fashion. Sekolah itu didirikan tiga tahun lalu di Bandung.

“Kami juga mengajari mereka tentang cara berbusana sesuai syariah Islam.”

Seorang model memeragakan karya siswa, Lia Rahmawati, pada hari pertama Indonesia Muslim Fashion Festival di Jakarta, 19 April 2018.
Seorang model memeragakan karya siswa, Lia Rahmawati, pada hari pertama Indonesia Muslim Fashion Festival di Jakarta, 19 April 2018.

​Saat itu, tampak beberapa siswi sedang membuat sketsa dan bekerja di beberapa mesin jahit yang tersedia di sekolah itu. Sekolah itu menawarkan kursus selama sembilan bulan yang mencakup tata busana, pemasaran dan dasar-dasar tata busana.

Sekolah tersebut terbuka untuk siswa dan siswi, baik Muslim maupun non-Muslim. Tapi para pengajar harus beragama Islam untuk memastikan pengetahuan tentang tata cara berbisnis sesuai Islam.

Tren permintaan busana yang sesuai dengan ketentuan agama makin marak di kalangan kelas menengah di Indonesia yang sedang berkembang. Selama bertahun-tahun, masih jarang perempuan Muslim Indonesia mengenakan hijab atau lebih memilih mengenakan batik atau pakaian gaya barat.

Beberapa perusahaan peritel online besar, seperti Lazada.com dan Zalora.com menyediakan beberapa laman khusus untuk busana Muslim.

Indonesia untuk pertama kali mengadakan peragaan busana Muslim “Muslim Fashion Week” pada 2015. Kementerian Perindustrian menargetkan Indonesia menjadi “Pusat Busana Muslim” pada 2020.

Salah satu siswi di Islamic Fashion Institute, Runi Somadipradja, mengatakan dia mulai mengenakan hijab pada 2007, namun dia kesulitan menemukan pilihan busana Muslim yang sesuai.

“Saya mulai merancang busana yang saya kenakan sendiri,” kata Runi. “Kami kewalahan memenuhinya (permintaan). Sejauh ini, saya sudah meluncurkan 10 koleksi busana.” [ft/au]