GENCIL.NEWS, LANDAK – Kanker rahim dan kanker payudara kini telah menjadi ancaman serius bagi kesehatan wanita sedunia. Di Indonesia, dua jenis kasus ini terus mengalami peningkatan drastis tiap tahunnya.

Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), merujuk pada data Riset Kesehatan Dasar 2013, menyebut prevalensi kanker di Indonesia adalah 1,4 dari 1.000 penduduk atau sekitar 347.000 orang. Sebagai contoh, pada 2004, penderita kanker payudara di Indonesia terbilang tinggi, dengan 5.207 kasus.

Setahun kemudian pada 2005, jumlah penderita kanker payudara meningkat menjadi 7.850 kasus. Tahun 2006, penderita kanker payudara meningkat menjadi 8.328 kasus dan pada tahun 2007 jumlah tersebut tidak jauh berbeda meski sedikit mengalami penurunan yakni 8.277 kasus.

Untuk penderita kanker serviks, Indonesia juga merupakan negara dengan jumlah kasus kanker rahim (kanker serviks) tertinggi.

Kanker serviks bahkan disebut penyakit pembunuh wanita nomor 1 di Indonesia.
Riset kesehatan dasar menyebut, tiap hari di Indonesia dari 40 wanita yang terdiagnosa menderita kanker serviks, 20 wanita diantaranya meninggal karena kanker serviks.

Karena jumlah kasus yang tinggi itu, WHO pernah menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penderita kanker serviks terbanyak di dunia.

Oleh karena itu, tak berlebihan jika gerakan membangun kesadaran masyarakat untuk memerangi kanker, khususnya kanker rahim dan kanker payudara, terus digalakan di berbagai komunitas masyarakat.

Baca juga   Kasus Sarden Bercacing, Disperindag Segera 'Geledah' Pusat Perbelanjaan

Selain memberikan edukasi tentang kanker dan bahayanya, upaya itu juga turut membantu masyarakat, khususnya kelompok wanita, untuk melakukan pencegahan dini terhadap kanker rahim dan payudara.

Komunitas Peduli Kesehatan Reproduksi (KPKR) menyadari secara penuh tanggung jawab itu. Salah satu kegiatan yang akan dijalankan untuk mewujudkan misi kepeduliannya adalah dengan menggelar seminar bertajuk Pengenalan Sejak Dini Gejala Kanker Rahim dan Kanker Payudara, yang akan diselenggarakan di Pahauman, Kec. Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, pada Jumat (24/11)

Seminar itu akan dilanjutkan dengan pemeriksaan payudara gratis. Dua kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Komunitas Peduli Kesehatan Reproduksi (KPKR) dengan Pemerintah Kabupaten Landak.

Ketua Kespro Indonesia, Angelia Diaeka Jenneri Ria mengatakan, dua item kegiatan ini adalah bagian dari upaya mensosialisasikan pentingnya kesehatan reproduksi kepada masyarakat.

Selain berbagi informasi kesehatan, kegiatan ini juga merupakan langkah pencegahan dini terhadap kanker rahim dan kanker payudara di Kalimantan Barat.

“Masyarakat perlu diberi edukasi dan diajak turut berpartisipasi mencegah kanker rahim dan kanker payudara. Ini penting, mengingat dua jenis kanker ini telah menjadi mesin pembunuh wanita Indonesia yang ditakuti,” kata Angelia.

Angelia berharap melalui dua kegiatan itu, masyarakat di Kalimantan Barat dapat lebih aktif untuk menjadi bagian dari gerakan peduli kesehatan reproduksi secara nasional.

Baca juga   Berikan Sufor Usai Melahirkan Melanggar Kode Etik

KPKR, kata Angelia, akan melakukan kegiatan serupa akan digelar pula di beberapa kota lainnya. Rangkaian kegiatan itu digelar dalam rangka memperingati Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember

“Perlu partisipasi yang solid dan massif. Tanpa partisipasi berbagai kalangan, misi tak akan terwujud. Masyarakat jadi ujung tombak gerekan kepedulian ini,” kata wanita yang akrab disapa Erin itu.

Kresensia Novika Lely Yosmawati, Koordinator KPKR wilayah Landak, menambahkan aksi peduli kesehatan reproduksi wilayah Landak akan terus ditingkatkan ke depannya. Hal ini akan dilakukan dengan metode yang edukatif, juga dengan melibatkan berbagai stakeholder di Landak.

“Pemerintah daerah, komunitas-komunitas masyarakat dan semua pihak kita ajak bergabung. Gerakan ini perlu digalakan secara massif,” kata Novika.

Ketua Panitia kegiatan, Agustina Doren mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan atas kerja sama KPKR dengan Pemerintah Kabupaten Landak.

Dirinya mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Landak yang mendukung upaya membangun kepedulian masyarakat akan pentingnya kesehatan reproduksi di Kalimantan Barat, khususnya di Landak.

“Kegiatan serupa akan kita gelar di beberapa daerah lainnya. Tentu dengan misi yang sama,” imbuh Doren.