Larva atau jentik-jentik nyamuk kini diketahui telah menelan apa yang
disebut mikroplastik, atau keping-keping plastik sangat kecil yang
terdapat dalam air limbah. Keping-keping plastik ini akhirnya bisa
mencapai rantai makanan termasuk makanan manusia.

Mikroplastik adalah kepingan-kepingan kecil plastik yang terurai dari
bahan-bahan buatan manusia seperti pakaian sintetis, ban mobil dan
bahkan lensa kontak, yang kini banyak mengotori lautan dan sungai-sungai
di dunia.

Karena kecilnya, mikroplastik ini hampir tidak terlihat dengan mata
biasa dan sulit untuk dikumpulkan untuk dimusnahkan. Bahan-bahan plastik
itu bisa mencederai satwa laut dan diperkirakan akan menimbulkan bahaya
bagi kesehatan manusia yang memakannya.

Baca juga   Timnas Basket Filipina Akhirnya Jadi Ikutan Asian Games

Tapi kini para periset di Universitas Reading di Inggris yakin telah
menemukan bukti untuk pertama kalinya bahwa mikroplastik bisa masuk ke
dalam ekosistem kita lewat nyamuk dan hewan-hewan terbang lainnya.

Tim periset itu menyaksikan bagaimana larva nyamuk menelan
mikroplastik, yang kemudian berpindah ke dalam tubuh nyamuk dewasa. Ini
berarti, hewan-hewan lain yang memakan nyamuk itu sekaligus akan menelan
mikroplastik tadi.

“Hasilnya kemungkinan bisa dilihat dalam konteks yang lebih luas,”
kata Amanda Callaghan, pakar biologi di Universitas Reading, kepada
kantor berita AFP.

“Kami hanya melihat nyamuk-nyamuk itu sebagai contoh, tapi ada banyak
serangga lain yang hidup di air dan punya siklus larva seperti nyamuk
itu,” katanya.

Baca juga   Studi: Pemberitaan Media Siber Masih Banyak Ekspoitasi Konflik

Hewan-hewan yang makan serangga itu termasuk beberapa jenis burung,
kelelawar dan laba-laba, yang pada gilirannya diburu dan dimakan oleh
hewan-hewan lain.

“Pada dasarnya, ini adalah jalur polusi yang belum pernah kita pertimbangkan sebelumnya,” kata Callaghan.

Dan ini adalah masalah besar, karena limbah plastik yang sudah ada
dalam lingkungan kita kini, akan terus menghantui kita untuk waktu lama.
(ii)