Menurut sebuah studi baru, obat antimalaria yang paling banyak digunakan mungkin kurang berhasil untuk anak-anak dan perempuan hamil.

Para peneliti mendapati, darah pasien mengandung salah satu bahan aktif obat itu dalam konsentrasi yang lebih rendah daripada rata-rata. Penelitian mereka mungkin menjelaskan, mengapa pengobatan standar terkadang gagal untuk menyembuhkan kelompok-kelompok sensitif ini.

Kasus malaria turun 60 persen sejak tahun 2000, berkat upaya global
bernilai miliaran dolar. Namun perjuangan itu belum selesai, kata Frank
Kloprogge (dibaca Frahnk KLO-pro-guh) di University College London.

“Lebih dari 400.000 orang meninggal setiap tahun akibat malaria.
Kebanyakan dari mereka adalah anak kecil di bawah usia 5 tahun di daerah
sub-Sahara di Afrika.”

Baca juga   PM Belanda Jauhkan Pemerintahnya dari Kontes Kartun Anti-Islam

Pengobatan terbaik yang paling banyak digunakan adalah pil tiga hari
yang menggabungkan dua obat: artemether (dibaca art-a-MEET-er) dan
lumefantrine (dibaca loom-a-FAN-trin).

Tetapi sebagian besar uji-coba obat itu tidak diadakan pada anak-anak
dan perempuan hamil, yang mungkin menyerap obat-obatan atau
memprosesnya secara berbeda.

Kloprogge mengatakan anak-anak memiliki tingkat enzim-enzim penting yang berbeda.

“Perempuan hamil juga memiliki perubahan dalam komposisi tubuh.
Misalnya tentang kandungan air dan lemak dalam tubuhnya. Ini juga
berdampak pada bagaimana obat disebarkan melalui tubuh,” ujar Kloprogge.

Beberapa penelitian mendapati, anak-anak dan perempuan hamil lebih
mungkin terkena malaria lagi dalam beberapa minggu setelah perawatan.

Baca juga   Mengapa Strategi Marketing Penting untuk UKM

Parasit malaria yang terpapar obat dalam konsentrasi yang lebih rendah, dapat bertahan hidup dan menghasilkan nyamuk yang kebal.

Kloprogge dan rekannya mengembangkan model yang menunjukkan, minum
pil selama lima hari akan lebih manjur daripada dosis sekarang yang
menggunakan pil selama tiga hari saja.

Kloprogge dan rekann-rekannya minta pendanaan untuk melakukan uji
klinis dengan perawatan lima hari itu. Ini akan berlangsung beberapa
tahun sebelum hasilnya bisa diketahui. [ps/ii]