Apa yang Menarik Anak Muda AS untuk Memilih?

Anak-anak muda Amerika tidak ingin menjadi anggota Partai Demokrat atau Partai Republik.

Para pemilih muda yang berusia 18 hingga 30 tahun termasuk generasi y, Millennials, pasca-Millennial, dan generasi Z secara tradisional lebih condong ke arah kandidat liberal daripada kelompok konservatif.

Tapi belakangan ini, banyak yang mendaftar sebagai Independen. Yang lainnya, terutama laki-laki muda berkulit putih condong ke arah konservatif.

Perpecahan politik dan ketakutan mengenai masa depan yang diwariskan oleh generasi Baby Boomers menjadi penyebabnya kata anak-anak muda tersebut.

“Saya tidak merasa nyaman mengenai hal itu,” kata Charlie Owens, 23 dari Chattanooga, Tennessee, yang memberi tahu VOA mengenai iklim yang sehat di AS.

Baca juga   Rencanakan Teror di Konser Bieber, Remaja Wales Divonis Penjara

“Negera kita pecah oleh partai,” kata Emily Pitts, 24, dari Charleston, South Carolina. “Kita tidak bersatu sebagai warga Amerika.”

“Ini benar-benar kacau,” kata Ashley Ashe, 22, dari Greenville, South Carolina.

Penelitian menjelang pemilihan paruh waktu 6 November memprediksi bahwa pemilih muda yang memberikan suara akan dipicu oleh kecemasan atas politik Amerika yang terpolarisasi dan kontroversial. Seperti kekerasan senjata.

Penembakan massal seperti yang menewaskan 17 orang dan melukai puluhan lainnya di sebuah sekolah menengah di Parkland, Florida, tanggal 14 Februari sangat penting bagi anak-anak muda Amerika di negara di mana kekerasan senjatanya mengalahkan semua negara industri lainnya.

“Anak-anak muda ini, yang lahir setelah pertengahan 90-an, tumbuh dengan internet, telepon cerdas, dan media sosial sambil menonton berita tentang penembakan di sekolah dan melakukan latihan mengatasi penembak aktif di ruang kelas mereka sendiri,” tulis Direktur Pusat Informasi dan Penelitian mengenai Pembelajaran dan Keterlibatan Sipil (CIRCLE) Kei Kawashima-Ginsberg. [my]