Besarnya Pasokan dan Kekhawatiran Ekonomi Global

Pasar minyak yang kuat selama dua tahun ini tersandung salah satu tes terbesar dalam beberapa bulan, menghadapi pasokan yang sangat besar dan meningkatnya kekhawatiran tentang melemahnya perekonomian yang menurunkan permintaan di seluruh dunia.

Setelah mencapai lebih dari $ 75 dan $ 85 per barel hanya sebulan yang lalu, minyak mentah AS dan minyak acuan Brent berjangka telah bergulat dengan penjualan yang nyaris tanpa henti.

Untuk sementara waktu, harga itu bersandar pada harapan bahwa sanksi AS yang diperbarui terhadap Iran akan memaksa pasokan minyak berkurang di pasar.

Harapan itu berubah dalam minggu terakhir. Tiga produsen terbesar dunia – Rusia, Arab Saudi, dan Amerika Serikat – semuanya mengindikasikan mereka memompa minyak pada rekor atau mendekati rekor, sementara Amerika Serikat mengatakan akan mengizinkan keringanan yang memungkinkan pembeli tetap bisa mengimpor minyak Iran, mengurangi ancaman krisis pasokan.

Baca juga   ASEAN Berkomitmen Perkuat Kerja Sama Indo-Pasifik

Faktor-faktor itu, bersama dengan serentetan laporan ekonomi China yang lemah baru-baru ini dan pasar negara berkembang lainnya, telah mengalihkan pembicaraan kembali ke arah kekhawatiran tentang pasokanyang berlebih, dan mendorong harga minyak berjangka AS ke posisi terendah sejak April. (as)

Portal Berita Online Harian Menyajikan Informasi Kalimantan Barat, Nasional,Internasional, Bisnis,Teknologi, Traveling,Budaya, Gaya hidup,Kesehatan, Kuliner, olahraga, Film, Musik, dibangun melalui inovasi dan teknologi terkini.