80% Penduduk Desa Bengkala Bali, Bisa Berbahasa Isyarat

GENCIL NEWS РSalah satu desa di pulau Bali, Bengkala, memiliki keunikan tersendiri karena 80% masyarakat yang tinggal di sana bisa berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.

Hal ini bukan tanpa alasan, masyarakat menggunakan bahasa isyarat sebagai cara berkomunikasi karena sebagian penduduk yang tinggal di Bengkala mengalami kekurangan bisu-tuli.

Dari total 3003 jumlah penduduk yang ada di Bengkala, sebanyak 40 orang warga yang mengalami bisu-tuli.

Tingginya angka masyarakat yang mengalami gangguan bisu tuli ini disebabkan gen yang sudah turun-menurun dari keluarga mereka sebelumnya dan sudah terjadi selama tujuh generasi.

Uniknya, masyarakat yang tinggal di Bengkala membuat bahasa isyarat yang mereka beri nama dengan ‘Kata Kolok’ supaya mampu berkomunikasi dengan warga bisu-tuli dan sebanyak 80% dari warganya menguasai itu.

Kata Kolok sendiri merupakan salah satu pelajaran wajib di desa Bengkala yang diajarkan ketika para murid berada di kelas satu hingga enam SD.

Salut, meskipun memiliki perbedaan, nggak ada diskriminasi bagi orang bisu-tuli dan penduduk di Bengkala memperlakukan mereka setara dengan masyarakat yang terlahir normal.

Salah satu guru di Bengkala, Ketut Kanta mengungkapkan dirinya senang tinggal di desa tersebut dan bisa membantu masyarakat yang memiliki kekurangan bisu-tuli.

“Di Bengkala, aku rasa sangat unik karena kami bisa hidup bersama sama tanpa adanya diskriminasi.”

“Dan aku senang bisa tinggal di sini, membantu komunitas dan keluarga bisu-tuli karena mereka sungguh spesial buatku,” ujar Ketut Kanta.