Aktivis Migrant Care Minta Pemerintah Kaji Ulang Pengiriman TKI ke Arab

Aktivis Migrant Care  pemerintah
Aktivis Migrant Care minta pemerintah meninjau kembali rencana pengiriman 30 ribu TKI

Aktivis Migrant Care, Anis Hidayah meminta pemerintah meninjau kembali rencana pengiriman 30 ribu tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Arab Saudi.

Ini menyusul eksekusi hukuman mati TKI Tuti Tursilawati di Arab Saudi pada 29 Oktober 2018 lalu.

Menurut Anis, kerjasama tersebut perlu dievaluasi agar kasus yang dialami Tuti Tursilawati tidak terulang lagi pada masa mendatang.

Apalagi, ujarnya, tidak ada pelibatan publik dalam proses penyusunan poin-poin dalam kesepatan tersebut.

Sama sekali, tidak ada komunikasi publik, tidak ada pelibatan masyarakat sipil. Sama sekali tertutup konsepnya.

Bahkan kita sampai hari ini, kita tidak tahu isi perjanjian yang ditandatangani antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Arab Saudi,” jelas Anis Hidayah

Baca juga   2020 Pembangkit Nuklir Pertama di Arab Beroperasi

Anis menambahkan lembaganya sudah meminta informasi tentang isi kesepakatan bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi sepekan lalu.

Namun, masih belum juga mendapatkan isi perjanjian tersebut dari Kementerian Tenaga Kerja.

Migrant Care menyatakan kasus Tuti bukan satu-satunya kasus eksekusi mati tanpa notifikasi di Arab Saudi karena sepanjang 2008-2018 ada lima kasus serupa yang terjadi di Arab Saudi yaitu eksekusi Yanti Irianti, Ruyati, Siti Zaenab, Karni, dan Muhammad Zaini Misrin Arsad.

Portal Berita Online Harian Menyajikan Informasi Kalimantan Barat, Nasional,Internasional, Bisnis,Teknologi, Traveling,Budaya, Gaya hidup,Kesehatan, Kuliner, olahraga, Film, Musik, dibangun melalui inovasi dan teknologi terkini.