Banyak Pemilih Perempuan Tak Berdaya Gunakan Hak Pilih

Banyak Pemilih Perempuan
Banyak Pemilih Perempuan Tak Berdaya Gunakan Hak Pilih

 

Di kalangan pemilih, budaya patriarki juga menjadi kendala tersendiri bagi caleg perempuan. Pilihan perempuan sebagai istri, kadang diputuskan oleh suaminya.

Pemilih perempuan tidak berdaya untuk menggunakan haknya. Hal itu disampaikan Nelly Tristiana dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat DIY.

“Pada 2018 ini, kita ada adakah pelatihan pengambilan keputusan bagi perempuan. Kita datang ke 60 desa, kita kumpulkan perempuan-perempuan, bagaimana mereka harus memilih seorang calon legislatif, antara lain karena keberpihakan kepada perempuan tentu saja. Tahun ini program sejenis akan diadakan lagi,” kata Nelly Tristiana.

Delima menambahkan, ini adalah saat yang tepat untuk memberi kesempatan lebih banyak kepada perempuan mengisi kursi di parlemen.

Baca juga   ILO: Perempuan Lebih Sulit Dapat Pekerjaan dan Digaji Lebih Rendah

Anggota parlemen adalah perpanjangan tangan masyarakat yang tidak hanya terdiri dari laki-laki tapi juga perempuan.

Berdasarkan DCT, ada lebih dari 30 persen caleg perempuan di setiap tingkat. Masing-masing memiliki kelebihan, kemampuan dan pengalaman yang dan tidak kalah daripada caleg laki-laki.

“Keberpihakan terhadap perempuan penting, demi terciptanya keadilan perwakilan semua kelompok masyarakat di parlemen.

Dan juga karena memang sudah ada calon-calon perempuan yang bisa dicermati untuk kemudian dipilih,” ujarnya. [ns/uh]

Portal Berita Online Harian Menyajikan Informasi Kalimantan Barat, Nasional,Internasional, Bisnis,Teknologi, Traveling,Budaya, Gaya hidup,Kesehatan, Kuliner, olahraga, Film, Musik, dibangun melalui inovasi dan teknologi terkini.